Pemprov Jatim, Bhirawa
Rabu (6/5) pagi itu terasa berbeda bagi Siti Nur Jamilah. Perempuan yang pernah menjalani masa rehabilitasi sosial di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras (RSBL) Pasuruan ini tampak sumringah saat sejumlah tamu datang berkunjung ke rumahnya.
Bukan sekadar kunjungan biasa, kedatangan Tim ‘Kacamata BL’ dari Dinas Sosial Provinsi Jatim bersama mahasiswa Ners Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini adalah bentuk kasih sayang yang berlanjut. Mereka hadir untuk memastikan agar Siti dan rekan-rekan sesama eks-penerima manfaat tetap tegak berdiri setelah kembali ke pelukan keluarga.
Siti kini bukan lagi sosok yang menutup diri. Dengan bangga, ia bercerita bahwa dirinya telah aktif bekerja sebagai petugas kebersihan di sebuah Sekolah Dasar di lingkungannya.
”Saya sangat berterima kasih karena masih diperhatikan sampai sekarang. Kunjungan ini membuat saya lebih semangat. Sekarang saya sudah bekerja dan ingin terus jadi lebih baik,” ungkap Siti dengan nada penuh percaya diri.
Kegiatan home visit ini menyasar empat penyandang disabilitas mental (ODGJ) yang telah dinyatakan mandiri. Tim tidak hanya datang untuk memantau kondisi kesehatan, tetapi juga duduk bersama keluarga untuk mendengarkan keluh kesah mereka selama proses perawatan di rumah.
Edukasi sederhana diberikan kepada pihak keluarga, mulai dari cara menangani hambatan psikososial hingga teknik pendampingan yang memanusiakan. Harapannya satu: agar tidak ada lagi stigma atau rasa lelah dalam merawat anggota keluarga yang sedang berjuang pulih.
Kepala UPT RSBL Pasuruan, Kusuma Atmadja, melalui perwakilan tim, Kukuh Pranadi, menekankan bahwa pintu rehabilitasi yang tertutup bukan berarti pendampingan berakhir.
”Pemulihan tidak berhenti di balai. Justru saat kembali ke rumah, dukungan keluarga adalah obat paling manjur agar mereka bisa mandiri dan kembali berfungsi sosial di masyarakat,” tutur Kukuh.
Melalui sapaan hangat di depan pintu rumah ini, Tim Kacamata BL ingin memastikan kalau reintegrasi sosial bukan sekadar teori, melainkan bukti nyata bahwa penyandang disabilitas mental mampu berdaya dan diterima kembali oleh lingkungannya dengan tangan terbuka. [rac.fen]
Harapan Baru dan Hangatnya Sapaan Tim RSBL Pasuruan di Pintu Rumah


