29 C
Sidoarjo
Sunday, April 19, 2026
spot_img

Dari Sampah Jadi Berkah, Inisiatif Warga Bojonegoro Ringankan Beban PBB

Bojonegoro, Bhirawa
Di tengah meningkatnya persoalan sampah, inisiatif berbasis masyarakat muncul dari Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro. Melalui Bank Sampah Mandiri Keluarga Harapan (BSMKH), warga setempat mengelola limbah menjadi sumber nilai ekonomi, mulai dari bahan bakar alternatif hingga solusi pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

BSMKH yang merupakan binaan Pertamina EP Cepu Zona 12 itu tidak hanya mengandalkan metode konvensional pengumpulan sampah. Kelompok ini mengembangkan pemanfaatan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik bernilai rendah menjadi bahan bakar alternatif.

Ketua BSMKH, Ujang Surya Abdillah, menjelaskan bahwa sampah anorganik bernilai jual seperti kardus dan botol plastik tetap dipasarkan. Adapun plastik kresek yang selama ini sulit terjual diolah melalui proses pirolisis agar memiliki nilai tambah.

“Plastik yang harganya rendah kami ubah menjadi bahan bakar alternatif. Ini menjadi solusi agar tidak ada sampah yang terbuang percuma,” ujarnya, Jumat (17/5).

Selain itu, limbah organik dimanfaatkan untuk budidaya larva maggot Black Soldier Fly (BSF). Hasil budidaya tersebut kemudian dipasok sebagai pakan bernutrisi bagi peternak unggas dan pembudidaya ikan di wilayah sekitar.

Sejak 2016, BSMKH juga mengembangkan program “Tabungan Sampah untuk PBB”. Dalam program ini, warga menabung sampah yang kemudian dikonversi menjadi pembayaran pajak tahunan. Setiap dua bulan, petugas melakukan penjemputan dan penimbangan sampah langsung ke lingkungan warga.

Berita Terkait :  Pemberdayaan Kelompok Tani: Tantangan Dalam Mencapai SDG #2

Warga diberikan buku tabungan sebagai catatan setoran, meskipun opsi pencairan dalam bentuk uang tunai tetap tersedia. Skema ini dinilai mampu mendorong kesadaran pengelolaan sampah sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

Peran aktif kelompok perempuan melalui kader “My Darling” (Masyarakat Sadar Lingkungan) turut menjadi kunci keberhasilan program. Mereka berperan dalam edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga hingga memastikan partisipasi warga tetap terjaga.

Menurut Ujang, dukungan masyarakat menjadi faktor utama keberlanjutan program. BSMKH juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak guna memperluas dampak pengelolaan sampah terpadu tersebut.

Kini, pengelolaan sampah di Sendangharjo tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mendukung sektor pertanian dan peternakan melalui penyediaan pupuk organik dan pakan mandiri. Inisiatif ini menunjukkan bahwa sampah, jika dikelola dengan tepat, dapat menjadi sumber daya yang bernilai sekaligus penggerak ekonomi desa. [bas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!