Surabaya, Bhirawa
Pemkot Surabaya percepat perluasan akses pendidikan anak usia dini (PAUD) dengan menambah tiga lokasi PAUD negeri yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Kebijakan tersebut sejalan dengan program Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun prasekolah, langkah itu dilakukan melalui pemetaan aset milik pemkot yang direhabilitasi supaya difungsikan sebagai PAUD negeri, dan program bertujuan memastikan tidak ada anak Surabaya yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dasar. Selasa, (7/4).
Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani mengatakan Pemkot Surabaya bergerak cepat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) dengan melakukan pemetaan aset untuk difungsikan sebagai PAUD negeri
“Operasional PAUD negeri dimulai pada tahun ajaran 2026/2027, ini sebagai Langkah dari komitmen Pemkot Surabaya dalam memperkuat pendidikan fondasi anak, kami memastikan tidak ada anak Surabaya yang tertinggal,” tuturnya.
Lanjut Rini menyampaikan Tiga lokasi disiapkan pada tahun 2026 yaitu di Pasar Nambangan dengan layanan Kelompok Bermain (KB) berkapasitas 12 murid, kedua SDN Sidotopo 4 dengan layanan satu atap mencakup TK (15 murid), KB (12 murid), dan Taman Penitipan Anak (TPA) berkapasitas 10 murid, sedangkan lokasi ketiga di Rumah Anak Prestasi (RAP) Sonokwijenan dengan layanan TK berkapasitas 15 murid.
“Selain pembangunan infrastruktur, Pemkot Surabaya terus memperluas jangkauan layanan PAUD, jumlah peserta didik PAUD di Kota Pahlawan telah menembus 100 ribu anak, secara administratif kami sudah sangat luas, tapi menargetkan 0% anak usia PAUD yang tidak terlayani,” tuturnya.
Strategi dengan menghadirkan PAUD negeri di wilayah padat penduduk, tambah Rini dimana termasuk memperluas layanan lembaga berbasis masyarakat agar supaya menjangkau anak usia 2-6 tahun.
“Memastikan kualitas layanan di lembaga negeri maupun swasta, baik itu TK, KB, maupun PPT/SPS tetap setara memberikan pelayanan yang terbaik melalui standarisasi kualitas pelayanan minimal pendidikan dari Dinas Pendidikan,” ungkapnya.
Pemkot Surabaya mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar untuk beasiswa PAUD yang diberikan kepada 7.000 anak pada tahun 2026, dan sebanyak 8.000 pendidik PAUD menerima dukungan jasa pelayanan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan guru.
“Pemerintah kota tidak hanya fokus pada infrastruktur, tapi investasi manusia, pada tahun ini beasiswa diberikan kepada 7.000 anak PAUD,” pungkas Rini. [ren.wwn]


