Kab Malang, Bhirawa –Kebakaran Pasar Turen, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang yang terjadi, pada Senin (13/7) malam kemarin, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Dengan kebakaran pasar tersebut, Bupati Malang HM Sanusi memastikan akan menata kawasan Pasar Turen. Sedangkan rencana pembenahan itu telah masuk dalam agenda pembangunan dan ditargetkan mulai direalisasikan melalui APBD 2027.
“Kami memastikan bahwa Pemkab Malang akan melakukan penataan Pasar Turen setelah pasca kebakaran. Penataan Pasar Turen tersebut, sebelumnya memang telah masuk dalam rencana pembenahan agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertata dan aman, yang akan ditata dengan menggunakan APBD 2027,” terang Bupati Malang HM Sanusi, Selasa (14/7), di sela-sela melakukan peninjauan Pasar Turen pasca kebakaran.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Malang AKP M Budiono menyampaikan, bahwa kebakaran di kawasan Pasar Turen tersebut telah menghanguskan lapak dan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) pasar tempat. Kebakaran dilaporkan terjadi pada pukul 17.30 WIB. Petugas Kepolisian bersama tim pemadam kebakaran langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Setelah menerima laporan, personel Polsek Turen bersama instansi terkait langsung mendatangi lokasi. Proses pemadaman dilakukan hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 20.00 WIB.
Dijelaskan, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran milik Pemkab Malang dan satu unit mobil pemadam kebakaran milik PT Pindad diterjunkan untuk memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke area pasar lainnya. Namun, hingga saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui.
“Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Malang bersama Tim Inafis kini telah berada di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyelidikan,” jelasnya.
Menurut Budiono, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dan petugas Satreskrim dan Tim Inafis telah melakukan olah TKP untuk mengetahui sumber api dan memastikan penyebab pasti kebakaran.
“Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kini Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Dan untuk hasilnya akan kami sampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai,” pungkasnya.
Perlu diketahui, berdasarkan informasi yang di lapangan, api diduga berasal dari tumpukan sampah lama di belakang Pasar Turen, sebelum merembet ke area lapak pedagang, yang terbakar itu bekas sampah lama, kemudian api merembet ke satu lapak. Sebelumnya, kebakaran terjadi di sisi barat Pasar Turen Bawah yang berada di belakang area pasar utama. Sehingga api menghanguskan sejumlah bangunan, diantaranya dua lapak pedagang, gudang penyimpanan sayuran, serta dua fasilitas MCK. [cyn.kt]


