27 C
Sidoarjo
Sunday, March 29, 2026
spot_img

Di Tengah Kebijakan Efisiensi Energi, Layanan Disperpusip Jatim Tetap Normal

Surabaya, Bhirawa
Pelayanan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur dipastikan tetap berjalan normal seperti biasa meskipun terdapat kebijakan Work From Home (WFH) bagi sebagian aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) akibat dampak dinamika konflik di kawasan Timur Tengah.

Kebijakan pengaturan pola kerja ASN secara fleksibel tersebut tidak mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat, seluruh layanan perpustakaan, mulai layanan keanggotaan, peminjaman koleksi, hingga layanan literasi tetap dibuka sesuai jam operasional. Sabtu, (28/3)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si, menegaskan bahwa pelayanan publik menjadi prioritas utama dan tidak boleh terganggu oleh kebijakan penyesuaian sistem kerja ASN.

“Walaupun ada pengaturan pola kerja ASN melalui skema WFH sebagai bagian dari langkah efisiensi energi, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Kami memastikan seluruh layanan perpustakaan tetap buka seperti biasa,” ujarnya.

Lanjut Tiat mengukapkan pengaturan WFH dilakukan secara bergilir dan proporsional sehingga tidak mengurangi kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat, adapun jam operasional layanan perpustakaan Disperpusip Jawa Timur tetap berlangsung seperti biasa, yakni pada hari Senin hingga Kamis pukul 08.00-20.00 WIB, hari Jumat pukul 08.30-20.00 WIB, serta hari Sabtu pukul 08.00-15.30 WIB.

“Disperpusip Jatim berkomitmen menjaga akses layanan literasi tetap optimal karena perpustakaan merupakan salah satu fasilitas publik yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Berita Terkait :  Nikmati Lanskap Indahnya Jawa Timur Sepanjang Jalur Kereta Api Daop 7 Madiun

Tiat memastikan masyarakat tetap dapat memanfaatkan layanan perpustakaan secara maksimal, pengaturan kerja internal dilakukan supaya pelayanan tetap berjalan efektif dan tidak menimbulkan kendala bagi pengunjung.

“Pengaturan sistem kerja yang adaptif tersebut, diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan perpustakaan tetap terpenuhi sekaligus mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya efisiensi penggunaan energi di tengah dinamika global,” tuturnya. [ren.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!