27 C
Sidoarjo
Sunday, March 29, 2026
spot_img

BPBD Jatim Dampingi BNPB Tinjau Banjir Kabupaten Pasuruan, Percepat Penanganan

Pemprov Jatim, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur terus mengawal penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan. Upaya tersebut diperkuat dengan kunjungan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, ke lokasi terdampak, Jumat (27/3).

Dalam peninjauan di Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, BPBD Jatim turut mendampingi bersama pemerintah daerah setempat. Kehadiran BNPB menjadi bagian dari penguatan koordinasi penanganan bencana hidrometeorologi yang terjadi di wilayah tersebut.

BPBD Jatim mencatat, banjir yang melanda kawasan Kecamatan Rejoso, Bangil, dan Beji dipicu oleh meluapnya sejumlah sungai, termasuk Sungai Wrati, yang membutuhkan penanganan lintas kewenangan.

Kepala BNPB, Suharyanto, menegaskan bahwa sebagian persoalan banjir tidak sepenuhnya dapat ditangani oleh pemerintah daerah karena berkaitan dengan kewenangan pemerintah pusat, khususnya dalam hal normalisasi sungai.

“Memang ada yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, seperti normalisasi sungai. Pemerintah daerah sudah melakukan upaya, tetapi kemampuan anggarannya terbatas,” ujarnya.
.
Ia menambahkan, BNPB akan membawa data hasil peninjauan lapangan sebagai dasar pengajuan penanganan lebih lanjut ke kementerian terkait.

“Dengan kehadiran kami, data ini akan kami sampaikan ke kementerian sebagai pihak yang berwenang agar penanganan bisa lebih optimal,” imbuhnya.

Selain meninjau lokasi banjir, BNPB juga mengecek kesiapan shelter BPBD Kabupaten Pasuruan di Kecamatan Bangil yang difungsikan sebagai dapur umum bagi warga terdampak.

Berita Terkait :  Perumda Air Minum Tirta Baluran Situbondo Apresiasi Pengungkapan Kasus Pencurian Meteran Air

Sebagai tindak lanjut, BPBD Jatim bersama BNPB dan instansi terkait mengikuti rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Rakor tersebut membahas langkah penanganan dampak bencana hidrometeorologi, baik jangka pendek, menengah, hingga panjang, termasuk percepatan penanganan infrastruktur pengendali banjir.

Melalui koordinasi lintas sektor ini, BPBD Jatim memastikan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga penguatan mitigasi guna mengurangi risiko kejadian serupa di masa mendatang.[fir.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!