Anak-anak penonton film Pelangi di Mars, di Cinema XXI Kediri, Rabu (18/3).
Kota Kediri, Bhirawa
Sejarah baru perfilman nasional mulai ditorehkan dengan hadirnya film fiksi ilmiah keluarga, Pelangi di Mars, yang resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia, Rabu (18/3).
Film garapan Mahakarya Pictures bersama sutradara Upie Guava ini hadir sebagai karya ambisius yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pengaruh besar terhadap perkembangan imajinasi anak-anak Indonesia.
Di Cinema XXI Kediri, film ini langsung disambut antusias penonton. Mulai dari kalangan muda hingga orang tua memadati studio, terutama keluarga yang datang bersama anak-anak untuk mengisi waktu libur dan ngabuburit.
Salah satu penonton, Galuh, mengaku sengaja mengajak anaknya untuk menonton film ini.
“Saya nonton bareng anak, ceritanya bagus dan mudah dipahami. Visualnya juga menarik, jadi anak-anak betah nonton sampai selesai,” ujarnya.
Penonton lainnya, Putri yang merupakan siswi SMP menilai film ini memberikan pengalaman berbeda dibanding film Indonesia pada umumnya.
“Ini film Indonesia tapi terasa beda. Jarang ada film Indonesia yang temanya luar angkasa. Saya senang, karena ada robot dan petualangannya seru,” katanya.
Beda lagi dengan Titi, yang datang bersama temannya untuk mengisi waktu ngabuburit. Ia menilai film ini tidak hanya menarik untuk anak-anak, tetapi juga menghibur bagi penonton dewasa.
“Visualnya keren dan ceritanya ringan tapi tetap ada pesan yang bisa diambil. Jadi tetap enak ditonton semua umur,” ungkapnya.
Pelangi di Mars membawa penonton dalam petualangan visual yang seru, edukatif, dan penuh imajinasi, mengajak menjelajahi Mars dengan standar kualitas yang disebut belum pernah ada sebelumnya di perfilman Indonesia.
Di balik produksinya, film ini merupakan hasil dedikasi panjang selama lebih dari lima tahun yang melibatkan ratusan talenta kreatif dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari animator, visual effects (VFX) artist, hingga tim teknis lainnya.
Film ini juga mencatatkan diri sebagai salah satu karya nasional yang memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) secara masif, sebuah inovasi yang masih tergolong baru bahkan di industri perfilman global.
Dibintangi Messi Gusti, Lutesha, Myesha Lin, Rio Dewanto, serta Livy Renata, film ini juga didukung suara dari sejumlah pengisi suara seperti Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Bimo Kusumo, Vanya Rivani, hingga Dimitri Arditya.
Kehadiran para aktor dan pengisi suara tersebut semakin memperkuat karakter dalam film, sekaligus memberikan pengalaman menonton yang berkesan bagi penonton.
Dengan kekuatan cerita, visual modern, serta pesan tentang masa depan dan lingkungan, Pelangi di Mars dinilai menjadi pilihan tepat sebagai tontonan anak dan keluarga di momen libur Lebaran.(van,nov.hel)


