29 C
Sidoarjo
Wednesday, March 11, 2026
spot_img

Program Double Track Dampingi Sekolah Hingga Peroleh Legalitas Produk


Dietary Potato Bread, Manfaatkan Potensi Lokal Kentang Jadi Olahan Roti Bebas Gluten
Oleh:
Dinas Rahmatus S, Kota Surabaya

Program Double Track SMAN 1 Tumpang, Kabupaten Malang, terus mengembangkan produk kewirausahaan berbasis kearifan lokal. Salah satunya melalui inovasi pangan yang dikembangkan Arifa Alfionita.

Produk tersebut dinamakan Dietary Potato Bread atau yang dikenal dengan roti tawar bebas gula berbahan tepung kentang. Menariknya, produk pendampingan program Double Track ini berhasil memperoleh legalitas untuk memperkuat kepercayaan konsumen.

Dietary Potato Bread, produk inovasi buatan mahasiswa SMA Double Track ini telah sukses berkembang sejak dia tahun terakhir. Bahkan, tak jarang produk buatan siswa kelas 12 SMAN 1 Tumpang, Kabupaten Malang ikut serta dalam bazar makanan.

Produk Dietary Potato Bread sendiri pertama kali diperkenalkan pada tahun 2024 dalam ajang Millennial Entrepreneur Award (MEA) yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Produk tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan potensi lokal wilayah Tumpang yang dikenal sebagai daerah penghasil sayur dan kentang.

Melalui inovasi tersebut, siswa Double Track angkatan pertama SMAN 1 Tumpang berhasil meraih penghargaan Siswa Terbaik I pada kategori pengolahan Pastry Bakery dalam kompetisi MEA 2024.

Saat ini, produk unggulan SMAN 1 Tumpang itu telah dilengkapi dengan legalitas usaha berupa Nomor Induk Berusaha (NIB), Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), dan sertifikat halal.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan langkah yang dilakukan SMAN 1 Tumpang merupakan bentuk nyata implementasi program Double Track dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa.

Berita Terkait :  Menteri Dody Tinjau Gerbang Tol Ciawi 2 Pasca Kecelakaan Lalu Lintas, Imbau Mitigasi ODOL dan Perbaikan Jalan Tol

“Program Double Track memang kami dorong tidak hanya menghasilkan keterampilan, tetapi juga produk yang memiliki nilai ekonomi. Ketika siswa mampu membuat produk, kemudian dilengkapi legalitas seperti NIB, PIRT, dan sertifikat halal, itu artinya mereka sudah mulai belajar membangun usaha secara profesional,” ujar Aries, beberapa hari lalu.

Kadindik kelahiran Makassar ini mengaku sempat melihat langsung produk tersebut saat kegiatan monitoring dan evaluasi sekolah Double Track pada tahun 2024. Ia menilai inovasi roti berbahan dasar kentang tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk kewirausahaan siswa.

“Saya melihat langsung produknya dan itu sangat menarik karena memanfaatkan potensi lokal daerah. Ini menjadi contoh bagaimana sekolah dapat mengembangkan kreativitas siswa sekaligus mengangkat kearifan lokal,” katanya.

Usai mendapatkan penghargaan pada kompetisi MEA 2024, apresiasi terhadap produk tersebut terus berlanjut. Pada puncak kegiatan MEA 2025 yang digelar di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, SMAN 1 Tumpang mendapat kesempatan mengisi stan tata boga untuk memamerkan produk karya siswa.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur memberikan perhatian terhadap produk roti kentang karya siswa Double Track tersebut.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan program Double Track pada 2025, SMAN 1 Tumpang kembali meraih prestasi dalam ajang MEA dengan memperoleh penghargaan Kelompok Usaha Siswa (KUS) dengan omzet besar serta penghargaan Trainer Terinovatif.

Produk Dietary Potato Bread pun mulai dikenal luas. Dalam kegiatan SMA Awards 2025, panitia memesan sebanyak 320 paket roti tawar produksi siswa. Permintaan serupa juga datang saat peringatan Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur dengan pesanan mencapai 100 paket.

Berita Terkait :  Koramil 0815/13 Kutorejo Bareng Puskesmas Fogging Pemukiman Warga

Melihat perkembangan tersebut, pihak sekolah kemudian berinisiatif mengurus hak kekayaan intelektual untuk produk Dietary Potato Breads. Namun dalam prosesnya, sekolah terlebih dahulu harus melengkapi legalitas usaha melalui pengurusan NIB, PIRT, dan sertifikat halal.

Proses pengurusan legalitas tersebut dimulai pada Januari 2026 dan selesai pada Februari 2026. Ketiga dokumen tersebut kini menjadi pelengkap label produk sekaligus jaminan keamanan dan kualitas bagi konsumen.

Kadindik menilai langkah tersebut sangat penting agar produk hasil pembelajaran di sekolah tidak hanya menjadi proyek praktik, tetapi juga dapat berkembang menjadi usaha nyata bagi para siswa.

“Legalitas ini penting karena memberikan jaminan bahwa produk yang dihasilkan aman dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan begitu, siswa juga belajar bagaimana membangun usaha secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ke depan, Dinas Pendidikan Jawa Timur mendorong agar produk-produk yang dihasilkan siswa Double Track dapat terus berkembang dan menjadi peluang usaha, khususnya bagi lulusan yang tidak langsung melanjutkan ke perguruan tinggi.

Selain itu, SMAN 1 Tumpang juga menargetkan pengurusan paten produk Double Track SVADU tahun ini. Tak hanya itu sekolah juga berupaya dalam meningkatkan omzet penjualan melalui kerja sama dengan instansi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.

Sekolah juga tengah mengupayakan agar produk pangan karya siswa tersebut dapat menjadi bagian dari sub unit penyedia dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah.

Berita Terkait :  Ratusan Jemaah Calon Haji Kabupaten Sampang Diberangkatkan

Menurut Aries, keberhasilan SMAN 1 Tumpang menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga ruang bagi siswa untuk berinovasi dan membangun kemandirian ekonomi sejak dini.

“Ini yang kita harapkan dari program Double Track, yaitu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kuliah, tetapi juga siap bekerja bahkan mampu menciptakan lapangan kerja,” pungkasnya. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!