Kabupaten Madiun, Bhirawa
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, SH MAk dan Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi MH. menghadiri kegiatan Peningkatan SDM Pilar-Pilar Sosial dan Penyerahan Simbolis Bantuan Permakanan di Pendopo Muda Graha, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penguatan kapasitas sekaligus koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan para Pilar-Pilar Sosial yang terdiri dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Pendamping PKH serta Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Pilar-Pilar Sosial agar pelayanan kesejahteraan sosial semakin optimal.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Madiun, Wisma Eka Nurcahyanti, menyampaikan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi sebagai program pemerintah dalam menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi. Data tersebut sangat dibutuhkan untuk melihat pertumbuhan ekonomi, khususnya di wilayah Kabupaten Madiun.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Madiun menegaskan kepemimpinan adalah tanggung jawab yang mulia. “Pemimpin memikul tanggung jawab atas keputusan dan mengetahui bahwa tanggung jawab itu sangat mulia dan menjadi manusia yang bermanfaat,” ungkapnya.
Bupati Madiun dalam sambutannya menegaskan Pilar Sosial merupakan garda terdepan dalam menopang kepedulian dan kemanusiaan di Kabupaten Madiun serta menjadi pelayan kesejahteraan sosial.
Sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Daerah harus terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun dan mendukung program kebijakan daerah.
Sebagai bentuk komitmen program prioritas sosial, Pemerintah Kabupaten Madiun menyalurkan bantuan sosial berupa 1.080 paket kepada lansia, eks psikotik, anak yatim, dan penyandang disabilitas.
Selain itu, pemerintah juga mendorong pembangunan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem guna memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. [dar.dre]


