Gubernur Khofifah resmi dilantik sebagai Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf di Gedung Musdalifah, di Asrama Haji Surabaya., kemarin.
Gubernur Khofifah Dilantik Sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026
Pemprov Jatim, Bhirawa
Sebanyak 44.087 jemaah haji akan diberangkatkan melalui Embarkasi Surabaya pada musim haji 1447 H/2026 M. Jumlah tersebut terdiri dari 43.623 jemaah dan 464 petugas kloter yang terbagi dalam 116 kelompok terbang (kloter).
Data tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, usai dilantik sebagai Koordinator Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya oleh Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf di Gedung Musdalifah, di Asrama Haji Surabaya, Jumat (17/4).
Dari total jemaah, mayoritas berasal dari Jawa Timur sebanyak 42.409 orang. Sementara sisanya berasal dari Bali sebanyak 698 jemaah dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 516 jemaah.
“Jumlah ini menunjukkan besarnya tanggung jawab yang diemban PPIH Embarkasi Surabaya karena tidak hanya melayani jemaah dari Jawa Timur, tetapi juga dari Bali dan NTT,” ujar Khofifah.
Rangkaian keberangkatan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan. Kloter pertama akan masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 dari Kabupaten Probolinggo. Sedangkan kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026 yang berasal dari Kabupaten Nganjuk, Kabupaten/Kota Kediri, dan Kota Surabaya.
Selain jumlah jemaah, kesiapan petugas juga menjadi perhatian. Sebanyak 23 orang telah dilantik sebagai PPIH Embarkasi Surabaya yang bertugas memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jemaah selama proses ibadah haji.
Khofifah menegaskan, pelayanan menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan haji. Menurutnya, kualitas pelayanan akan berpengaruh langsung terhadap citra pemerintah.
“Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Untuk itu, seluruh petugas harus memberikan dedikasi terbaik,” katanya.
Maka dari itu, lanjutnya, dirinya menekankan pentingnya seluruh petugas untuk bersinergi dan berkolaborasi, saling menghargai setiap peran, serta bekerja dengan penuh dedikasi. Kami percaya, seluruh petugas haji akan memberikan pelayanan terbaikdan maksimal kepada jemaah.
“Inilah pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, mulai aspek pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan supaya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” imbuhnya.
Untuk itu, dirinya berharap seluruh petugas PPIH dapat melayani jamaah dengan sebaik-baiknya, melakukan inovasi dalam pelayanan, beradaptasi dengan kondisi, serta mampu mengambil keputusan cepat dan tepat.
“Bismillah, dengan ridho Allah, semoga seluruh rangkaian proses ibadah Haji tahun ini dapat berjalan lancar, penuh berkah, serta membawa para jamaah kembali ke tanah air dengan predikat Haji Mabrur,” tutupnya.
Usai pelantikan, Gubernur Khofifah bersama Menteri Haji dan Umrah RI juga berkesempatan melakukan meal test atau uji kelayakan makanan bagi calon jamaah Haji untuk penerbangan di pesawat.
“Antisipasi makanan yang mungkin tidak suka pedas itu sudah terantisipasi sehingga ada bumbu atau sambal yang disiapkan terpisah. Jadi bisa disesuaikan selera masing-masing,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan pelantikan PPIH Embarkasi akan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Haji dengan sepenuh hati sehingga jamaah merasakan kehadiran negara.
“Itulah kenapa kami menyiapkan petugas haji sampai sebulan bahkan lebih, ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah Haji. Alhamdulillah semuanya sudah siap terutama terkait dokumen yang diperlukan, semua visa jamaah haji kita sudah keluar, artinya kerja keras mereka sudah terbayar,” kata Irfan.
“Pelantikan hari ini, tidak sengaja dilantik dihari Jumat, sayyidul ayyam. Ini adalah tahun pertama kami menjalankan semua proses haji di Indonesia. Semoga seluruh rangkaian proses Ibadah Haji tahun ini dapat berjalan lancar,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, tahun ini Kementerian Haji dan Umrah menambah kuota Haji Lansia dan Disabilitas, tak hanya itu untuk kuota jamaah perempuan juga ditambah dikarenakan jamaah perempuan jauh lebih banyak daripada jemaah laki-laki.
“Jemaah haji perempuan lebih banyak sekitar 54 persen, selebihnya merupakan jamaah laki-laki. Sesuai data, jamaah terbesar tahun ini adalah mereka yang lulusan SD, selain itu juga mayoritas Ibu Rumah Tangga, oleh karena itu diperlukan perhatian khusus dari petugas, tentunya untuk menenangkan kekhawatiran mereka,” lanjutnya.
“Semangat pengabdian harus sama, dengan satu standar pelayanan, mutu layanan harus sama, semangat pengabdian harus sama memastikan jamaah haji Indonesia berangkat dengan aman, tenang dan terlayani dengan baik,” pungkasnya. [ina.kt]


