29 C
Sidoarjo
Wednesday, April 29, 2026
spot_img

Women of Light, Refleksikan Perjuangan Wanita dari Masa ke Masa

Ketua Persatuan Istri Pegawai BI Komisariat Jatim (PIPEBI) sekaligus ketua IWABA (Ikatan wanita perbankan) Gerbang Kertosusila, Ning ibrahim mendampingi Akademisi, pelaku, pegiat seni, Dr Nungki Kusumastuti di pameran museum yang digelar di Museum De Javasche Bank, Surabaya. Achmad Tauriq/bhirawa

Surabaya, Bhirawa
Pameran museum yang menghadirkan perjalanan sejarah yang menyoroti peran dan kontribusi perempuan dalam berbagai fase penting perkembangan bangsa bertema Women of Light: Tracing Courage Across Time digelar di Museum De Javasche Bank, Surabaya.

Tak hanya sekadar pameran, namun dalam kegiatan tersebut juga digelar talkshow maupun edukasi publik yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dengan menghadirkan Akademisi, pelaku, pegiat seni, Dr Nungki Kusumastuti.

Pengunjung diajak memahami lebih dalam jejak sejarah perempuan Indonesia, sekaligus merefleksikan nilai-nilai perjuangan yang relevan dengan kehidupan masa kini.
Dr Nungki Kusumastuti menegaskan bahwa peran Kartini di era sekarang ini masih relevan, karena Kartini itu bukan hanya emansipasinya saja tapi juga mendobrak hal-hal yang menghalangi langkah perempuan.

“Dan sampai era ini kan sebetulnya langkah perempuan tetap saja ada yang menghalangi, termasuk dirinya sendiri yang kadang-kadang tidak percaya. Itu yang sebenarnya ingin didobrak,” terangnya, Rabu (29/4).

Menurut Dr Nungki, Kartini juga ingin supaya kita itu menjaga semua hal yang telah kita miliki atau kemampuan kita untuk menjadi yang berguna yang seringkali kita lupakan.

Berita Terkait :  Dukung Ketahanan Pangan dan Bantuan Green House ke KWT Green Garden di Klatak Banyuwangi

“Jadi dia bukan hanya emansipasi persamaan laki-laki dan perempuan, yang muncul kan seakan-akan hanya itu. Tapi dibalik itu sebetulnya ada nilai-nilai yang lebih dalam, termasuk adalah menjaga nilai-nilai lokal. Karena nilai lokal itu yang permudah menguatkan kita waktu kita menuju internasional. Jadi pengertian globalisasi itu sudah disadari Kartini,” jelasnya.

Sementara itu peran perempuan saat ini dengan berkembangnya teknologi sampai seberapa besar peran Kartini masa kini.

“Tidak apa-apa, karena teknologi itu diciptakan oleh manusia berdasarkan kecerdasan dan inovasi kreativitas manusia. Hanya penggunaannya yang harus terkawal. Dan sebenarnya pengertian teknologi itukan sudah dari dulu, seperti membajak sawah itukan juga teknologi dijamanya,” ujarnya.

Ketua Persatuan Istri Pegawai BI Komisariat Jatim (PIPEBI)sekaligus ketua IWABA (Ikatan wanita perbankan) Gerbang Kertosusila, Ning Ibrahim juga setuju yang diungkapkan Dr Nungki bahwa teknologi itu sudah ada sejak dulu, seperti kita lihat gedung museum Bank Indonesia ada mesin ketik dan lain sebagainya.

“Jadi dari dulu pun itu sudah ada langkah awal. Tapi kan dengan seiringnya waktu, seiringnya pengetahuan, pasti akan berkembang. Tapi kita tidak bisa melupakan dasarnya teknologi dari dulu yang menjadi teknologi sekarang lebih baik,” paparnya.
Selain itu Ning Ibrahim juga tidak setuju apabila generasi wanita sekarang yang lebih dikenal dengan generasi millenial dianggap sebagai generasi pendobrak wajibnya sebagai perempuan.

Berita Terkait :  Alokasi DBHCHT 2026 Dipangkas Sampai Rp22,1 Miliar

“Saya tidak setuju sejak dulu bahwa gen Z itu adalah generasi pendobrak. Kalau kita lihat pahlawan kita semua itu pendobrak. Pendobrak di eranya,” katanya.

Menurutnya, semua itu kuncinya adalah komunikasi dan simpel. Contoh dari orang tua. “Kadang kita sendiri berpikir rasanya tidak relevan juga, kalau saya bilang dulu zaman mama itu seperti ini seharusnya kamu kayak begini, padahal zamannya sudah berbeda,” pungkasnya. [riq.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!