28 C
Sidoarjo
Tuesday, April 28, 2026
spot_img

Hilirisasi Farmasi, Khofifah Targetkan Jatim Jadi Pusat Substitusi Impor Infus Nasional


Resmikan Pabrik Infus Terbesar Nasional di Pasuruan
Kab Pasuruan, Bhirawa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mulai mengambil langkah konkret untuk memperkuat ketahanan logistik medis di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Salah satu fokus utamanya adalah memastikan ketersediaan cairan infus melalui optimalisasi industri dalam negeri demi menjamin pelayanan kesehatan di seluruh rumah sakit daerah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meresmikan pengoperasian lini produksi ke-4 (Line 4) PT Satoria Aneka Industri di Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, Selasa (28/4). Langkah itu dipandang sebagai upaya strategis untuk melakukan substitusi impor pada komponen kesehatan yang paling dasar namun vital.

Khofifah menegaskan, ketergantungan terhadap produk kesehatan impor harus segera ditekan melalui hilirisasi industri farmasi di dalam negeri.

Selama ini, fluktuasi ketersediaan alat kesehatan sering kali menjadi kendala bagi fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan yang stabil.

“Industri farmasi yang dirintis dan dikembangkan di Jawa Timur ini menjadi bagian dari upaya kita melakukan substitusi impor. Kita ingin hilirisasi ini menyentuh sektor-sektor krusial agar kebutuhan dasar medis masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri,” tandas Khofifah Indar Parawansa.

Menurut Khofifah, keberadaan fasilitas produksi yang mampu menghasilkan hingga 230 juta botol infus per tahun di Jawa Timur merupakan pencapaian signifikan.

“Kapasitas itu tak hanya mencukupi kebutuhan regional, tapi juga memposisikan Jawa Timur sebagai penyangga logistik medis secara nasional,” imbuh Khofifah Indar Parawansa.

Berita Terkait :  Jelang Nataru, Pemkot Kediri Perkuat Sinergi Keamanan

Sebagai tindak lanjut dari peningkatan kapasitas produksi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berencana menjalin kerja sama sistematis dalam hal pemenuhan suplai.

Fokus awal akan diarahkan pada 14 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di bawah naungan Pemprov Jatim.

Rencana itu nantinya akan diperluas hingga mencakup RSUD di 38 kabupaten dan kota di seluruh Jawa Timur. Dengan adanya kepastian suplai dari produsen yang berlokasi di wilayah sendiri, risiko kelangkaan cairan infus di tingkat daerah diharapkan dapat tereliminasi.

“Hadirnya kapasitas baru ini adalah kabar baik bagi sektor kesehatan kita. Kami ingin ada garansi bahwa seluruh RSUD, baik milik provinsi maupun kabupaten/kota, memiliki akses yang stabil terhadap kebutuhan cairan infus,” imbuh Khofifah Indar Parawansa.

CEO and Founder Satoria Group, Alim Satria, menjelaskan pengembangan Line 4 tersebut mengadopsi sistem manufaktur cerdas untuk menjaga standar kualitas tertinggi.

Perusahaan menargetkan total kapasitas produksi mencapai 400 juta botol per tahun pada 2028 seiring dengan rencana pembangunan Line 5.

“Kemandirian industri farmasi adalah kunci. Selain meningkatkan volume, kami juga mulai merambah ke produk infus nutrisi dan terapeutik tingkat tinggi yang selama ini masih banyak didominasi produk luar,” kata Alim Satria.

Selain aspek operasional, perusahaan juga mematangkan rencana penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada tahun 2027.

Berita Terkait :  Ikuti Arahan Pusat, Bupati Kediri Uji Efektivitas WFH Setiap Jumat

“Langkah korporasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur modal untuk mendukung riset dan pengembangan alat kesehatan yang lebih kompetitif di pasar internasional,” imbuh Alim Satria.

Penguatan industri alat kesehatan di Jawa Timur tersebut diharapkan menjadi pemantik bagi daerah lain untuk membangun kemandirian serupa.

Di tengah tantangan kesehatan global yang semakin kompleks, ketersediaan logistik medis yang mandiri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan demi kedaulatan kesehatan bangsa.

Acara peresmian tersebut juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengawasan Obat BPOM dan Bupati Pasuruan HM Rusdi Sutejo. Usai seremoni, rombongan gubernur menyempatkan diri meninjau langsung proses produksi otomatis di Line 4 yang menggunakan teknologi terkini untuk memastikan sterilitas produk. [hil.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!