Kabupaten Malang, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur, guna menghubungkan kawasan potensial dan memperlancar perekonomian daerah.
Salah satu upayanya terlihat dari pembangunan ruas jalan sepanjang 2,85 kilometer yang menghubungkan Desa Selorejo di Kabupaten Malang dan Desa Krisik di Kabupaten Blitar.
Jalan ini menjadi penghubung penting antara Kawasan Agro Selorejo dan Kawasan Wisata Wlingi, sehingga pembangunan yang dilakukan berupa pelebaran badan jalan serta pengaspalan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh pengguna jalan.
Untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, sempat meninjau langsung lokasi pembangunan tersebut. Dalam kunjungannya, beliau juga memanfaatkan kesempatan untuk mendengarkan langsung aspirasi dan kebutuhan masyarakat setempat, sekaligus memperkuat koordinasi kerja sama antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan.
Selain menyelesaikan sisa ruas jalan yang belum dikerjakan, pihaknya juga akan memperbaiki berbagai fasilitas pendukung lainnya, termasuk jembatan-jembatan yang menjadi bagian penting dari akses menuju Kawasan Agro Selorejo.
“Peningkatan kualitas infrastruktur ini kami harapkan dapat memberikan dampak yang luas, mulai dari memperlancar pergerakan warga, memudahkan pendistribusian hasil pertanian, hingga mendorong perkembangan sektor pariwisata di kawasan tersebut. Sinergi antara Pemprov dan Pemkab ini kami yakin akan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan ekonomi daerah,” ujarnya pada Rabu (29/4).
Selain pembangunan jalan penghubung tersebut, Khairul juga menyampaikan perkembangan Proyek Strategis Nasional berupa perbaikan jalan Gondanglegi-Bantur-Balekambang yang menunjukkan kemajuan yang baik.
Hingga awal April 2026, pengerjaan jalur sepanjang 30,485 kilometer ini telah mencapai tingkat penyelesaian sekitar 60 persen. Dengan kondisi yang terkini, pihaknya optimis proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal yang ditetapkan pada bulan Desember 2026 mendatang.
Proyek ini terbagi menjadi dua bagian, di mana Lot 16A mencakup jalur sepanjang 16 kilometer dengan alokasi anggaran sebesar Rp167 miliar, sedangkan Lot 16B membentang sepanjang 14,485 kilometer dengan anggaran Rp172 miliar.
Meskipun kemajuan berjalan lancar, terdapat tantangan tersendiri pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Srigonco Kecamatan Bantur menuju simpang Balekambang. Kondisi geografis yang berbukit dan berdekatan dengan pantai membuat medan di kawasan ini cukup ekstrem, sehingga diperlukan penanganan khusus. Proses pembangunan di sini membutuhkan pekerjaan pembersihan lahan dan penimbunan tanah secara ekstra guna memastikan struktur jalan tetap stabil dan aman untuk digunakan.
Sebagai upaya tambahan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan, terutama pada malam hari, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Malang telah mengajukan usulan pengadaan Penerangan Jalan Umum berbasis tenaga surya (solar cell) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara kepada Kementerian Pekerjaan Umum.
“Rencananya akan dipasang sekitar 600 hingga 620 unit lampu penerangan jalan ini di sepanjang jalur, dengan jarak antar tiang sekitar 50 meter. Dengan adanya penerangan ini, perjalanan masyarakat akan menjadi lebih aman dan nyaman kapan saja,” tambah Khairul. [cyn.kt]


