Surabaya, Bhirawa
Sekitar 200 lebih karateka Jawa Timur bersaing di Kejuaraan Daerah (Kejurda) untuk menjadi yang terbaik agar bisa memperkuat kontingen jer basuki mawa beya bertanding di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang digelar di Bandung pada Bulan Mei.
Ketua Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jatim yang baru saja terpilih, Johanes Koento berharap para atlet yang bertanding di Kejurda bisa tampil maksimal, sebab pertandingan yang digelar di Dojo Karate di Kertajaya Surabaya itu sebagai ajang seleksi untuk Kejurnas. “Kejurda ini merupakan langkah strategi kita untuk menjaring atlet-atlet terbaik. Bukan yang terkuat, tapi yang terbaik, berkualitas, disiplin dan menjunjung tinggi sportifitas yang kita pilih untuk bertanding di Kejurnas,” katanya saat ditemui di lokasi pertandingan, Rabu (29/4).
Agar bisa menjaring karateka terbaik, Johanes Koento juga meminta agar wasit dan juri bisa bekerja dengan baik untuk memberikan penilain, sebab peran perangkat pertandingan ini sangat penting untuk melihat kualitas teknik atlet. “Saya sudah meminta agar wasit dan juri memberikan penilaian secara profesional,” katanya.

Ketua FORKI Jatim, Johanes Koento (dua dari kiri) usai membuka Kejurda di Dojo Karate, Rabu (29/4). Wawan triyanto/bhirawa
Saat disinggung tentang target dan rival terberat di Kejurnas, mantan karateka nasional yang berhasil meraih Emas di SEA Games maupun PON itu mengaku tidak memberikan beban yang muluk-muluk. “Target kita tiga emas dan rival terberat tuan rumah, DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan,” katanya.
Sementara itu Ketua Inkai Jatim Suyanto Kasdi yang juga hadir di lokasi pertandingan menjelaskan, para peserta Kejurda ini adalah para karateka yang sudah pernah meraih juara baik di level kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Ia juga berharap prestasi Jatim meningkat di bandingkan Kejurnas tahun lalu. “Tahun lalu kita meraih dua emas, saya berharap tahun ini bisa lebih baik,” katanya. wwn


