Anggota DPD RI/MPR RI, Achmad Azran
MPR RI Jakarta, Bhirawa.
Anggota DPD RI/MPR RI Dapil DKI Jakarta, Achmad Azran (Bang Azran), menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden yang melibatkan KRL CommuterLine dan KA Agro Bromo, Senin 27 April 2026.
Peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
“Peristiwa ini adalah duka bagi kita semua. Namun, duka tidak boleh berhenti pada empati semata. Ini harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan menyeluruh dan berkelanjutan dalam sistem transportasi kita,” ujar Bang Azran.
Pria asli Betawi itu menegaskan bahwa keselamatan transportasi bukan hanya tanggung jawab operator, melainkan hasil dari sinergi antara infrastruktur yang memadai, teknologi yang andal, serta kedisiplinan masyarakat.
Dalam konteks ini, arahan Presiden Prabowo Subianto dalam keterangan resminya usai menjenguk korban, terkait pembangunan flyover di titik-titik rawan perlintasan dinilai sebagai langkah strategis yang harus segera direalisasikan.
Sebagai langkah konkret, Bang Azran mendorong beberapa upaya berikut:
Pertama, percepatan eliminasi perlintasan sebidang melalui pembangunan flyover dan underpass, dengan prioritas pada titik-titik dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi serta riwayat kecelakaan.
Kedua, modernisasi sistem pintu perlintasan dari mekanisme manual menuju sistem otomatis berbasis sensor yang terintegrasi dengan pusat kendali, disertai penguatan sistem peringatan visual dan audio.
Ketiga, penguatan penegakan hukum serta edukasi publik guna meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di kawasan perlintasan rel.
Keempat, pelaksanaan audit keselamatan nasional secara menyeluruh terhadap seluruh perlintasan aktif dengan melibatkan pihak independen guna memastikan standar keamanan terpenuhi.
Kelima, penguatan koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator transportasi, serta aparat penegak hukum dalam satu sistem yang terpadu dan efektif.
“Solusi atas persoalan ini tidak cukup parsial. Kita harus berani mengambil langkah struktural sekaligus membangun budaya keselamatan. Flyover adalah solusi jangka panjang, tetapi modernisasi sistem dan kedisiplinan adalah fondasi yang harus berjalan bersamaan,” tutup Bang Azran. [ira.hel].


