Kota Mojokerto, Bhirawa. – Pemerintah Kota Mojokerto memberangkatkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (2/9). Bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong berbagai unsur, mulai dari pemerintah, lembaga, komunitas, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat Kota Mojokerto.
Pemberangkatan bantuan dilakukan dari Balai Kota Mojokerto oleh Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi. Selanjutnya, bantuan diberangkatkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mojokerto untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi mengatakan, bantuan ini menjadi wujud persaudaraan dan kepedulian antarsesama warga bangsa yang sedang menghadapi musibah.
”Perbedaan agama, suku, dan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk bersatu dalam kepedulian. Kita membantu bukan karena merasa lebih tinggi, melainkan karena sadar bahwa giliran itu bisa saja suatu saat terjadi kepada kita,” tutur Cak Sandi.
Menurut Cak Sandi, nilai bantuan tidak hanya diukur dari nominal yang terkumpul. Lebih dari itu, kepedulian masyarakat terhadap korban bencana yang bahkan belum pernah ditemui secara langsung merupakan bentuk solidaritas yang sangat berarti.
Cak Sandi juga mengingatkan bahwa bencana dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, termasuk di Kota Mojokerto. Karena itu, kepedulian terhadap korban bencana di NTT diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kewaspadaan serta kesiapsiagaan masyarakat di daerah sendiri.
”Atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah bergotong royong. Harapan saya, kepedulian seperti ini tidak hanya berhenti sebagai peristiwa, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan kita sebagai warga kota,” katanya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Persaudaraan Kemanusiaan dan Kebencanaan Mojokerto, Kristin Dwi Arini, mengatakan penggalangan donasi dilakukan sejak 22 hingga 31 Agustus 2026.
Hingga kini, donasi yang berhasil dihimpun berupa uang sebesar Rp99.233.412 dan bantuan logistik senilai Rp46.961.000. Dengan demikian, total bantuan yang terkumpul mencapai Rp146.194.412.
Bantuan logistik tersebut terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat terdampak bencana, diantaranya Sembako, obat-obatan, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, terpal, selimut, bantal, tikar, serta bahan makanan.
”Ini merupakan bentuk kolaborasi dan kerja sama semua pihak. Kita bisa membuktikan bahwa ketika di ujung Indonesia ada musibah, kita di sini tidak tinggal diam,” ujar Kristin.
Penggalangan bantuan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Pemerintah Kota Mojokerto, Baznas, komunitas sosial, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas ojek online.
Selain mengumpulkan bantuan materi, para relawan sebelumnya juga menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk dukungan moral bagi masyarakat NTT yang terdampak bencana.
Gotong royong ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap korban bencana tidak mengenal batas wilayah. Dari Kota Mojokerto, solidaritas masyarakat dikirim untuk membantu meringankan beban warga NTT yang tengah menghadapi dampak bencana. [oky.fen]

