Kediri, Bhirawa – Inter Kediri harus puas menempati posisi runner-up Piala Soeratin U-17 Jawa Timur 2026 setelah kalah 1-3 dari Persebaya Surabaya pada partai final di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Sabtu (12/9).
Meski gagal menjadi juara, perjalanan Inter Kediri hingga babak final mendapat apresiasi dari Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Ia meminta para pemain tidak berkecil hati dan menjadikan hasil tersebut sebagai bagian dari proses untuk berkembang.
“Selamat kepada para pemenang. Untuk tim yang juara satu, saya berpesan untuk terus berlatih karena nanti akan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional. Bagi yang belum juara pertama, jangan berkecil hati. Ini bukan akhir, karena adik-adik sudah berhasil melewati persaingan dengan kurang lebih 68 tim,” ujarnya.
Vinanda juga mendorong para pemain Inter Kediri untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan. Menurutnya, capaian sebagai runner-up menunjukkan potensi yang dimiliki para pemain muda Kota Kediri.
“Terus semangat dan tunjukkan kemampuan terbaik kalian. Saya percaya adik-adik nantinya bisa menjadi atlet-atlet hebat dari Kota Kediri,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, pelatih, dan seluruh pihak yang selama ini mendukung perkembangan para pemain muda.
“Semoga adik-adik diberikan kemudahan, kelancaran dan kesuksesan untuk menjadi atlet-atlet hebat yang mengharumkan nama Jawa Timur dan Indonesia,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Kota Kediri Tomi Ari Wibowo menilai permainan Inter Kediri cukup baik meski harus mengakui keunggulan Persebaya. Kekalahan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk persiapan tim pada ajang berikutnya.
“Dari sisi permainan tadi alhamdulillah bagus. Dari pertandingan pertama sampai hari ini, evaluasi yang diberikan juga tercapai. Kemampuan anak-anak sudah bagus,” kata Tomi.
Tomi menyebut kondisi fisik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Ia menilai Persebaya memiliki karakter permainan yang tetap memberikan tekanan hingga menit-menit akhir pertandingan.
“Dari awal sudah saya sampaikan harus hati-hati di fisik. Persebaya dari pertandingan pertama memang sering menang di menit-menit terakhir. Tadi juga terbukti, di menit terakhir mereka terus menyerang,” ujarnya.
Meski kompetisi telah berakhir, Askot PSSI Kota Kediri memastikan skuad Inter Kediri U-17 tidak dibubarkan. Kerangka tim tersebut akan dipertahankan untuk mengikuti agenda pembinaan berikutnya, termasuk persiapan POPDA dan Porprov 2029.
“Tim ini tidak kita bubarkan. Nanti tim ini persiapan untuk POPDA dan Porprov 2029. Ini jangka panjang. Barangkali nanti kita akan punya 60 pemain, sementara ini baru 30 pemain,” jelas Tomi.
Ia menambahkan, program latihan bersama dan pemusatan latihan akan kembali dilakukan. Persiapan jangka panjang tersebut bahkan telah dirancang sejak Februari. “Untuk Porprov 2029, kita kan tuan rumah, kita sudah mulai siapkan dari sekarang. Tim ini juga akan kita ikutkan POPDA nanti bulan November di Ngawi,” pungkasnya. [van.wwn]


