Surabaya, Bhirawa – Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) mengadakan Mastama, Ordik, dan Expo UKM (MOX) 2026 dengan melaksanakan kepedulian sosial melalui penggalangan bantuan dan doa bersama bagi korban bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) di Halaman Umsura, Surabaya.
Tiga ribu mahasiswa baru melakukan aksi sosial sebagi wujud empati dan solidaritas seluruh civitas akademika kampus terhadap para korban bencana di NTT yang hingga saat ini masih membutuhkan penanganan intensif, Senin (14/8).
Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep, mengatakan bahwa momen MOX atau orientasi mahasiswa baru memunculkan kepedulian dan rasa empati seluruh warga kampus, termasuk mahasiswa baru, atas musibah bencana alam gempa bumi di NTT.
“Selain menghimpun donasi dalam bentuk uang tunai, kampus Umsura memfokuskan penyaluran logistik untuk kebutuhan spesifik kelompok rentan, seperti anak-anak dan wanita (ibu-ibu), Bantuan disiapkan di antaranya meliputi boneka, perlengkapan bayi (pampers), serta pembalut wanita,” jelasnya.
Menurut Rektor, pemberian boneka bertujuan memberikan dukungan psikis (trauma healing) supaya anak-anak di lokasi pengungsian tetap merasa terhibur dan bisa bermain layaknya anak-anak pada umumnya.
“Penyediaan pembalut dan kebutuhan sanitasi perempuan didasari oleh pertimbangan proses reproduksi biologis wanita yang tetap berjalan meski dalam kondisi darurat dan perlengkapan bayi sering kali kurang mendapat perhatian, berharap bantuan ini sedikit banyak bisa mengurangi beban saudara-saudara kita di NTT,” tuturnya.
Prof. Mundakir mengukapkan tidak hanya menitikberatkan pada penyaluran logistik untuk NTT, juga menggelar aksi doa bersama. “Doa ditujukan untuk keselamatan bangsa serta para korban dari berbagai musibah yang melanda tanah air akhir-akhir ini, Termasuk di antaranya pencarian insan pers (jurnalis) yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau serta penanganan insiden lost contact kapal KM Cirgo,” pungkasnya. [ren.wwn]


