28.2 C
Sidoarjo
Monday, September 14, 2026
spot_img

Mahasiswa UK Petra Hidupkan Warisan Batik Lewat Batik Corner


Surabaya, Bhirawa – Mahasiswa Program Studi Desain Interior Universitas Kristen (UK) Petra sulap Perpustakaan UK Petra menjadi ruang edukasi batik melalui kehadiran Batik Corner, di Perpustakaan UK Petra. Gedung Radius Prawiro lantai 8, Surabaya.

Mengusung konsep budaya Madura Pesisir, ruang memadukan desain interior, mural, serta koleksi batik untuk mengenalkan kekayaan kain tradisional Jawa Timur kepada masyarakat, kehadirannya Batik Corner melengkapi koleksi khusus (special collection) tentang batik yang telah dikembangkan Perpustakaan UK Petra secara bertahap sejak sebelum pandemic, Sabtu (12/9).

Kepala Perpustakaan UK Petra, Dian Wulandari, mengatakan koleksi batik tersedia tidak hanya berupa buku fisik, tetapi juga koleksi digital yang mendokumentasikan karya seni mahasiswa. Batik Corner diharapkan dapat menjadi ruang edukasi sekaligus pusat rujukan bagi peneliti dan masyarakat yang ingin mendalami batik.

“Koleksi tidak hanya berbentuk buku fisik, tetapi digital collection yang merekam karya seni mahasiswa. Batik Corner hadir sebagai ruang edukasi sekaligus pusat rujukan bagi peneliti dan masyarakat yang ingin mengenal batik lebih dalam,” ujarnya.

Menurut Dian, Batik Corner tidak dirancang sebatas sebagai tempat penyimpanan koleksi. Ruang tersebut dibuat agar pengunjung dapat memahami batik melalui pendekatan visual yang lebih dekat dengan generasi muda.

“Konsep ini diwujudkan mahasiswa melalui mata kuliah Service Learning, Interior Design and Styling for Cultural Space, mahasiswa terlibat mulai dari proses perancangan, penataan ruang hingga pembuatan mural, salah satu elemen visualnya berupa mural berukuran 3,2 x 1,25 meter pada dua bidang yang dikerjakan selama sekitar satu bulan di sela aktivitas perkuliahan,” tuturnya.

Berita Terkait :  BSI dan Muhammadiyah Berkolaborasi Membangun Umat melalui Masjid Padepokan KH Ahmad Dahlan

Dian menjelaskan, desain Batik Corner mengambil karakter Batik Madura dengan inspirasi motif flora pesisir. Unsur bunga dan daun digunakan untuk menggambarkan kedekatan masyarakat dengan alam, sementara warna biru merepresentasikan laut pesisir Madura dan kuning dimaknai sebagai simbol kemakmuran.

“Pemilihan motif dan warna menunjukkan kain tradisional tidak hanya memiliki nilai estetika, di dalam terdapat cerita mengenai lingkungan, kehidupan sosial, serta nilai budaya masyarakat yang menghasilkan kain tersebut,” ucapnya.

Dian mengukapkan perpustakaan UK Petra memiliki 116 buku fisik yang membahas batik dan 49 koleksi motif batik dalam format digital, koleksi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi mahasiswa maupun masyarakat yang ingin memperdalam pengetahuan tentang batik.

“Pengembangan Batik Corner melibatkan Komunitas Batik Jawa Timur (KIBAS) serta Himpunan Wastraprema sebagai wadah bagi pecinta dan pemerhati kain tradisional Indonesia,” pungkasnya.

Dian menambahkan kehadiran Batik Corner salah satu upaya mendekatkan warisan budaya kepada generasi muda melalui ruang yang berada di lingkungan aktivitas mereka sehari-hari. “Kehadiran Batik Corner ini menjadi pengingat bahwa melestarikan budaya bisa dimulai dari langkah-langkah kecil di sekitar kita, ketika pengetahuan, kreativitas, dan kepedulian bertemu, warisan budaya tidak sekadar disimpan untuk dikenang, tetapi terus dihidupkan untuk masa depan,” imbuhnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!