27.8 C
Sidoarjo
Thursday, August 6, 2026
spot_img

Wagub Jatim Ajak Universiti Malaya Perkuat Ekonomi Syariah


Surabaya, Bhirawa – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengundang Universiti Malaya untuk menjalin kemitraan strategis dengan perguruan tinggi dan pondok pesantren di Jawa Timur guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah.

Ajakan itu disampaikan saat menerima kunjungan delegasi Universiti Malaya dalam program Nusantara Shariah and Economics Exchange (N-See) di Ruang Bhinaloka Adikara, Kantor Gubernur Jawa Timur, Rabu (5/8).

Emil menilai Indonesia dan Malaysia memiliki kedekatan sejarah, budaya, serta rumpun bahasa yang menjadi modal kuat untuk meningkatkan kerja sama, khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Saya melihat Indonesia dan Malaysia tidak perlu berkompetisi dalam ekonomi syariah. Justru kita harus berkolaborasi. Malaysia memiliki pengalaman yang sangat baik, sementara Jawa Timur memiliki ekosistem yang lengkap. Jika kedua kekuatan ini dipertemukan, saya yakin kita dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kemasyuran ekonomi syariah di mata dunia,” ujarnya.

Sebagai Ketua Harian Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur, Emil menegaskan salah satu keunggulan Jatim adalah keberadaan 7.425 pondok pesantren yang tersebar di berbagai kabupaten/kota.

Pesantren tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem ekonomi syariah di daerah. Menurutnya, peran pesantren kini melampaui fungsi pendidikan keagamaan, mereka memiliki potensi besar sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui konsep Ekotren (Ekonomi Pesantren), Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong pesantren menjadi penggerak pengembangan ekosistem halal. Upaya tersebut mencakup penguatan koperasi syariah, pengembangan UMKM halal, pengembangan industri halal, serta peningkatan kapasitas kewirausahaan santri.

Berita Terkait :  Rini Indriyani Beberkan Strategi Hadapi FOMO dan Keseimbangan Keluarga

Emil menyampaikan bahwa ekosistem syariah yang sudah terbentuk akan semakin kokoh jika dikembangkan melalui kemitraan internasional, termasuk dengan Universiti Malaya yang dikenal unggul dalam ekonomi syariah.

“Malaysia memiliki keunggulan dalam pengembangan ekonomi syariah, sementara Jawa Timur memiliki ekosistem yang sangat kuat. Karena itu, kami ingin hubungan ini tidak hanya berhenti pada pertukaran akademik, tetapi berkembang menjadi kolaborasi nyata dalam riset, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan penguatan ekosistem halal,” kata Emil.

Ia menawarkan sejumlah peluang kerja sama antara Universiti Malaya dan perguruan tinggi di Jawa Timur, seperti Universitas Airlangga (Unair) dan UIN Sunan Ampel (UINSA), serta institusi lainnya yang fokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Bentuk kerja sama yang diusulkan meliputi program pertukaran dosen dan mahasiswa, riset bersama, pengembangan kurikulum, serta pendampingan inkubasi bisnis syariah yang melibatkan perguruan tinggi, pesantren, dan dunia usaha.

“Kalau kita berjalan bersama, bukan hanya perguruan tinggi yang memperoleh manfaat, tetapi juga masyarakat. Hasil riset dapat diterapkan untuk memperkuat UMKM, industri halal, hingga meningkatkan kesejahteraan umat. Partnership seperti inilah yang ingin terus kita bangun,” tutup Emil. [aya.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!