23.9 C
Sidoarjo
Tuesday, July 28, 2026
spot_img

Unair Tembus Posisi 287 Dunia Versi QS WUR


Surabaya, Bhirawa
Universitas Airlangga (Unair) menempati posisi 287 dunia versi QS World University Ranking (QS WUR). Capaian ini membuat UNAIR berhasil membuktikan diri sebagai institusi pendidikan tinggi yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat dunia.

Rektor UNAIR, Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin mengungkapkan, kali ini UNAIR berhasil mengamankan posisi di 300 besar dunia. “Jadi UNAIR ini naik 21 poin, yang artinya berhasil lompat dari 308 ke 287 versi QS. Ini merupakan pencapaian tertinggi UNAIR sepanjang sejarah keitkutsertaannya dalam pemeringkatan ini,” ucapnya, Kamis (19/6).

Menilik posisi UNAIR dalam enam tahun ke belakang, UNAIR baru menempati posisi ke 651-700 pada 2020, kemudian terus meningkat hingga menduduki posisi 400 besar di tahun 2023 dan pada 2025, UNAIR untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di posisi 300 besar. Ini menjadi bukti nyata meroketnya UNAIR dalam lima tahun ini.

“Perjalanan menuju top 300 dunia ini bukanlah hal yang mudah dan instan. Ini adalah hasil dari strategi jangka panjang dan kerja sama yang kolektif, serta restu dan doa dari seluruh civitas akademika,” ungkap rektor baru UNAIR itu.

Menurutnya, salah satu capaian yang tinggi ini terkait dengan publikasi luar biasa. Saat 2015, publikasi Scopus Unair cuma 140 per tahun. Setelah lima tahun, lanjut Prof Madyan sudah berhasil melakukan 3.200 publikasi per tahun. Hal itu berdampak pada pencapaian akademik, seperti banyaknya guru besar yang dilantik.

Berita Terkait :  SMA Taruna Nusantara Bagian Kebijakan Pengembangan Pendidikan di Kabupaten Malang

Dalam perjalanannya, tambah Prof Madyan, perlu komitmen yang tinggi terhadap mutu akdemik, kolaorasi internasional, dan relevansi lulusan. Lebih lanjut, secara khusus UNAIR juga mencatat prestasi yang luar biasa dalam indikator employer reputation. Ini adalah pemeringkatan persepsi industri trhadap kualitas lulusan.

“Untuk employer reputation, kami berhasil menduduki top 100 dunia, tepatnya pada peringkat 78. Hal ini menegaskan bahwa lulusan UNAIR dinilai kompeten, siap kerja, dan unggul di dunia kerja global,” lanjut Guru Besar FEB ini.

Atas capaian ini, Prof Madyan menyampaikan pengharagaan setinggi-tingginya untuk seluruh civitas akademika atas kerja keras, komitmen, dan integritas dalam mengangkat nama baik universitas di kancah internasional.

“Saya juga menyampaikan rasa hormat dan terimakasih sama kepada Prof Nasih atas pondasi kepemimpinan yang kaut dan transformatif. Hal ini mengantarkan UNAIR menuju pencapaian yang sangat baik,” tutur Prof Madyan.

Prof Madyan melanjutkan, pencapaian ini juga merupakan hasil estafet kepemimpinan dari rektor terdahulu yang meletakkan nilai luhur, semangat inovasi, serta komitmen terhadap keunggulan dan pengabdain kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra strategis nasional dan internasional. “Jadi pencapaian ini adalah milik kita bersama,” tegasnya.

Prof Madyan menegaskan pencapaian ini bukan merupakan tujuan dan akhir, melainkan bentuk refleksi bagi universitas. “Peringkat adalah cerminan dari proses internal yang baik, konsisten, dan berkelanjutan. Ini adalah refleksi bukan tujuan. Dan kekuatan sepenuhnya adalah kontribusinya bagi ilmu penngetahuan, kemanusiaan dan peradaban,” tutupnya.

Berita Terkait :  Tak Ada Bahaya BPA, Pemerintah Hingga Pakar Pastikan Konsumsi Air dari Galon Polikarbonat Aman

Selain QS WUR, Unair juga mencetak prestasi dalam THE Impact Rankings 2025, yaitu peringkat dunia berdasarkan pencapaian pada Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam kategori ini, Unair menduduki peringkat 9 dunia dan menjadi nomor 1 di Indonesia.

Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Airlangga, Dr. Dian Ekowati, S.E., M.Si., M.AppCom (OrgChg)., Ph.D., menjelaskan perbedaan indikator antara QS WUR dan THE Impact Rankings.

“QS lebih banyak menilai dari sisi akademik, reputasi institusi, hingga publikasi, dengan bobot sekitar 50 hingga 60 persen. Sementara THE Impact menilai implementasi nyata atas kebijakan dan aksi nyata kampus terhadap SDGs. Bahkan, pelaksanaan programnya harus dapat diakses oleh publik,” terangnya.

Menurut Dian, THE Impact Ranking mengharuskan kampus melaporkan capaian pada 17 kategori SDGs, sementara QS WUR mengandalkan sekitar 9 hingga 10 indikator besar seperti reputasi akademik, sitasi per fakultas hingga international outlook.

“Intinya, semua kembali pada bagaimana Unair memperbaiki dan memperkuat proses bisnis internalnya untuk menjawab tantangan global. Kami optimis, dengan perbaikan berkelanjutan, posisi Unair di kancah dunia akan semakin kuat,” pungkasnya. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!