27.8 C
Sidoarjo
Tuesday, August 4, 2026
spot_img

Kemarau Panjang Ancam Gagal Panen, DPR RI Tuntut Pemerintah Perbaiki Jaringan Irigasi

DPR RI Jakarta, Bhirawa. – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Rina Saadah, mendesak pemerintah segera mengambil langkah mitigasi cepat mengatasi ancaman krisis air di sejumlah sentra pertanian. Kegagalan menjaga pasokan air selama musim tanam tidak hanya berisiko memicu gagal panen massal, tetapi juga mengancam stabilitas pangan nasional.

Desakan ini disampaikan Rina menyusul laporan kekeringan yang mulai dirasakan oleh para petani di berbagai daerah, salah satunya di Desa Solokan, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Ia menegaskan bahwa dampak krisis air bersifat sistemik, dimulai dari pembengkakan biaya produksi, hilangnya sumber penghasilan buruh tani, hingga ancaman lonjakan harga pangan akibat penurunan produktivitas.

”Kami mendapat laporan dari sejumlah daerah mengenai ancaman krisis air pada musim tanam. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele karena air merupakan kebutuhan paling mendasar dalam proses budidaya pertanian. Jangan sampai krisis air berubah menjadi krisis kesejahteraan bagi para petani,” ujar Rina Saadah di Jakarta, Selasa (4/8).

Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera menyalurkan bantuan air darurat guna menyelamatkan tanaman yang terancam kekeringan.

Rina juga menuntut akselerasi pembangunan infrastruktur jangka panjang, seperti rehabilitasi jaringan irigasi sekunder dan tersier, penambahan jumlah embung, pembuatan sumur bor di wilayah potensial, serta pemasangan jaringan perpipaan ke lahan pertanian.

Berita Terkait :  Kabupaten Sidoarjo Meraih Favorit Jaga Desa Award 2026

”Pemerintah perlu mempercepat pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi, memperbanyak pembangunan embung dan tampungan air, membangun sumur bor di wilayah yang memiliki potensi air tanah, serta memasang jaringan perpipaan menuju lahan-lahan pertanian,” tegas legislator asal Dapil Jawa Barat tersebut.

Rina menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan kelompok tani agar pemetaan wilayah rawan kekeringan dapat dilakukan secara proaktif. Ia berharap sistem pemetaan dini mampu mencegah kerugian petani sebelum kerusakan tanaman terjadi secara masif.

”Pemerintah harus bekerja secara ekstra, karena ancaman kekeringan tahun ini lebih panjang daripada tahun-tahun sebelumnya,” tandasnya. [ira.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!