27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Dindik Jatim Dukung 12 Pramuka Berkebutuhan Khusus Ikuti Jambore Nasional


Dindik Jatim, Bhirawa – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memberikan dukungan penuh kepada 12 perwakilan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) yang akan mengikuti Jambore Nasional 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Bogor, pada 11-21 Agustus mendatang. Dukungan tersebut disampaikan saat Kepala Dindik Jatim menerima kontingen PBK di Kantor Dindik Jatim, Surabaya, Rabu (5/8).

Dalam kesempatan itu, Kepala Dindik Jatim menegaskan Jambore Nasional bukan sekadar ajang perkemahan, tetapi juga menjadi wadah bagi peserta untuk membangun karakter, memperluas pergaulan, serta menumbuhkan kemandirian.

“Jambore Nasional menjadi kesempatan untuk mengenal lebih banyak teman dan membangun jejaring. Pengalaman di Pramuka akan membangun kemandirian dan disiplin. Saya yakin kalian mengikuti Pramuka dari hati,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai kepramukaan akan tercermin dari sikap dan perilaku para anggota dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat menjaga nama baik Jawa Timur selama mengikuti kegiatan nasional tersebut.

Selain memberikan motivasi, Aries juga memastikan dukungan terhadap kebutuhan kontingen PBK. Menurutnya, keikutsertaan mereka selama ini masih banyak ditopang secara mandiri, sehingga pemerintah perlu hadir agar peserta tetap bersemangat mengikuti kegiatan tahunan yang menjadi impian para anggota Pramuka tersebut.

“Kami berharap mereka memiliki bekal yang cukup, baik secara mental, fisik, maupun materi selama mengikuti Jambore Nasional,” katanya.

Menanggapi masukan para pembina mengenai kendala birokrasi yang selama ini menghambat sosialisasi kegiatan Pramuka Berkebutuhan Khusus, Kadindik kelahiran Makassar ini mengakui masih terdapat miskomunikasi terkait kewenangan pembinaan peserta didik di SLB.

Berita Terkait :  Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas, Mahasiswi Bidan UMSURA Kembangkan GEMASERA Drink

Ia memastikan persoalan tersebut akan diselesaikan melalui koordinasi bersama Kwartir Daerah Jawa Timur, termasuk memetakan kebutuhan pembina Pramuka khusus beserta program sertifikasi Kursus Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Mahir Lanjutan (KML).

“Pembinaan Pramuka bagi anak berkebutuhan khusus tidak bisa disamakan dengan sekolah umum. Ada metode khusus yang harus digunakan sesuai karakteristik masing-masing peserta didik,” tegasnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur, Basuki Babus Salam, menyampaikan bahwa secara keseluruhan kontingen Jawa Timur telah siap mengikuti Jambore Nasional 2026.

Sebanyak 1.543 kontingen Jawa Timur telah menjalani proses seleksi dan pembinaan selama sekitar enam bulan. Mereka dijadwalkan dilepas Gubernur Jawa Timur pada 6 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB sebelum bertolak ke Jakarta.

“Persiapan fisik, administrasi, hingga mental sudah dilakukan secara bertahap. Alhamdulillah, kontingen Jawa Timur dalam posisi siap berangkat,” kata Basuki.

Ia menjelaskan, peserta merupakan hasil seleksi terbaik dari masing-masing kabupaten/kota melalui Kwartir Cabang. Sementara bagi peserta berkebutuhan khusus, Kwarda Jatim terus berupaya memperluas kesempatan partisipasi meski masih menghadapi tantangan dalam jalur koordinasi dan pembinaan di lapangan.

Basuki berharap keikutsertaan Pramuka Berkebutuhan Khusus pada Jambore Nasional menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa seluruh anggota Pramuka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berprestasi, dan berkontribusi dalam Gerakan Pramuka. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!