Situbondo, Bhirawa – SMKN 1 Situbondo bersama Lembaga LPK Betarin Madiun dan Disnaker Situbondo menjalin kerjasama dalam kegiatan pelatihan pengelasan, Rabu (5/8). Kegiatan ini patut dibanggakan karena SMKN 1 Situbondo ditunjuk menjadi sekolah kejuruan satu satunya di Situbondo yang bisa menerbitkan sertifikasi khusus pengelasan.
Hadir langsung dalam kegiatan ini PJ Sekda Akhmad Yulianto, Kadisnaker Situbondo Suriyatno dan Kepala UPT BLK Situbondo, Bahtiar Santoso berikut perwakilan LPK Betarin Madiun.
Pj Sekda Akhmad Yulianto sangat bangga terselenggaranya kerjasama pelatihan tersebut. “Ini kami mewakili Pemkab Situbondo meminta kepada 16 peserta pelatihan pengelasan agar benar benar serius mengikuti kegiatan hingga tuntas ya,” pinta Yulianto.
Hal senada disampaikan Suriyatno, Kadisnaker Situbondo meminta seluruh peserta untuk tertib selama mengikuti pelatihan mengelas. “Saya berharap semua peserta untuk tidak main main selama mengikuti pelatihan pengelasan. Termasuk saat ikut praktek ya, ikuti dari awal sampai selesai,” kupas mantan Kepala DPMD Kabupaten Situbondo.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Situbondo, Akhmad Azwar Anas melalui Ayik Ipmawan, Waka Sarpras SMKN 1 Situbondo menimpali, pihaknya menyiapkan Fasilitas dan Instruktur untuk Pelatihan Kompetensi Hasil Kerja Sama Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Situbondo.
“Ya, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Situbondo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan vokasi daerah. Sekolah kami Berpengalaman sejak didirikan pada tahun 2005, sekolah kejuruan ini berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektar (28.000 m²) ini siap memfasilitasi berbagai kegiatan pelatihan kerja sama dengan dinas dan instansi terkait,” tutur Ayik Ipmawan.
Ayik kembali menambahkan, pihak manajemen SMKN 1 Situbondo saat ini memiliki 8 kompetensi keahlian yang hampir 100% didominasi oleh bidang teknik. Program keahlian tersebut meliputi, beber dia, Teknik Elektronika Industri, Teknik Tenaga Listrik, Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Bangunan dan Perbankan Syariah.
Ayik juga memaparkan tentang trek Rekor Kerja Sama Lintas Sektor yang terjalin melalui kerja sama antara SMKN 1 Situbondo dengan berbagai dinas Pemkab maupun instansi eksternal. “Ini telah terjalin erat sejak tahun 2010. Berbagai program pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat telah sukses digelar.
Salah satu rekam jejaknya adalah kolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) pada tahun 2010 dalam menyelenggarakan Pendidikan Kecakapan Hidup (Life Skills) bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil,” papar Ayik.
Selain menyediakan tempat, aku Ayik, SMKN 1 Situbondo juga kerap dipercaya menerjunkan tenaga instruktur ahli untuk mendampingi kegiatan pelatihan UMKM.
Fasilitas Praktik Lengkap
Pada kesempatan terbaru kali ini, urai Ayik, SMKN 1 Situbondo kembali mendapat kepercayaan dari dinas terkait (MTK/Bina Karya/Pihak Penyelenggara) untuk menjadi mitra lokasi pelatihan sekaligus penyedia instruktur pendamping.
“Untuk menunjang kelancaran pelatihan, SMKN 1 Situbondo telah menyiapkan dua titik lokasi praktik utama, yaitu ruang bengkel mesin perkakas. Ini Digunakan untuk praktik permesinan dan mekanik. Lalu bengkel fabrikasi logam (Sisi Selatan) difokuskan untuk pelatihan dan praktik pengelasan (welding),” ungkap Ayik.
Tak hanya itu, imbuh Ayik, Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan serta menyambut hangat seluruh peserta pelatihan.
Diharapkan, ujar Ayik, adanya sinergi antara lembaga pendidikan kejuruan dan dinas pemerintahan ini dapat terus berlanjut demi mencetak tenaga kerja yang terampil, mandiri. “Terakhir bisa meningkatkan daya saing yang tinggi di Kabupaten Situbondo,” pungkas Ayik. [awi.wwn]


