27.8 C
Sidoarjo
Wednesday, August 5, 2026
spot_img

Gubernur Khofifah dan TNI Perkuat Sinergi Pendidikan Sekolah Rakyat

Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Pemprov Jatim dan TNI memperkuat sinergi di bidang pendidikan. Gubernur Khofifah mendorong pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat.

Pemprov Jawa Timur bersama Akademi Tentara Nasional Indonesia (TNI) berkomitmen memperkuat sinergi dalam memajukan kualitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui pendampingan program Taruna Bakti di Sekolah Rakyat guna membentuk mental, kedisiplinan serta karakter generasi muda.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendampingi Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI Letnan Jenderal TNI Sidarta Wisnu Graha saat meninjau kegiatan Taruna Bakti di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembinaan karakter siswa berjalan optimal. Khofifah menyambut positif kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat.

Menurutnya, pendampingan dari para taruna menjadi langkah strategis untuk membangun fondasi kedisiplinan dan semangat pantang menyerah bagi para siswa. Melalui pembentukan mental pejuang yang peduli terhadap lingkungan, konsisten serta memiliki kedisiplinan tinggi, Khofifah berharap anak-anak dari keluarga tidak mampu di Jawa Timur mendapatkan kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita dan berkontribusi nyata bagi bangsa.

“Pendampingan program Taruna Bakti di Sekolah Rakyat ini untuk membentuk mental, kedisiplinan serta berkarakter pada generasi muda. Yang muaranya untuk pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

Berita Terkait :  Wawali Dukung Program Inklusi Demi Masa Depan ABK Kota Batu

Dalam kesempatan yang sama, Danjen Akademi TNI Letnan Jenderal TNI Sidarta Wisnu Graha menjelaskan kedatangan para taruna bertujuan untuk memberikan teladan dan latihan mental, tanpa adanya latihan fisik.

Adapun fokus pendampingan diarahkan pada penataan pola hidup harian siswa di asrama, mulai dari kerapian berpakaian hingga menjaga kebersihan tempat tinggal.

“Di sini tidak ada latihan fisik, di sini adalah latihan mental dan contoh disiplin, karakter. Tujuannya satu, dengan berpakaian yang baik, dengan rumah tinggal mereka yang baik, lemarinya yang bagus, mereka akan menjadi disiplin,” tandas Sidarta Wisnu Graha.

Wisnu menambahkan, Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto tersebut diperuntukkan khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Kendati diprioritaskan bagi anak-anak kurang mampu, program itu telah membuktikan kemampuannya mencetak siswa-siswi berprestasi.

“Seperti pemenang Olimpiade Matematika dan kejuaraan Bahasa Inggris di beberapa daerah di Jawa Timur,” jelas Sidarta Wisnu Graha. [hil.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!