32.2 C
Sidoarjo
Thursday, August 6, 2026
spot_img

SIWO Kota Batu Bangun Kolaborasi dan Ekosistem Olahraga Sehat Lewat Turnamen Catur Bahagia

Kota Batu,Bhirawa – Di tengah keterbatasan ketersediaan anggaran Pemerintah Daerah, Legislatif, KONI, dan media di Kota Batu bergandeng tangan menjaga api pembinaan atlet tetap menyala. Sinergi lintas sektor ini akhirnya diwujudkan dalam gelaran turnamen catur antar wartawan dan Instansi Kota Batu. Turnamen bertajuk ‘Catur Bahagia’ ini digagas Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Kota Batu PWI Malang Raya. Bertempat di Restoran Bahagia, Taman Rekreasi Selecta, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu kompetisi ini resmi dibuka Ketua BAKN DPR RI pada Kamis (6/8/2026) pagi.

Selain dihadiri Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI, Andreas Susetyo, ajang Catur Bahagia ini juga dihadiri para petinggi Pemkot Batu. Yaitu, Wali Kota Nurochman, Wawali Kota Heli Suyanto, dan Sekda Alfi Nurhidayat. Juga turut hadir Ketua PWI Malang Raya Cahyono, serta seluruh jajaran KONI Kota Batu dan para tamu undangan.

Melalui ajang Catur Bahagia ini, SIWO Kota Batu PWI Malang Raya membuktikan peran strategis media. Seorang jurnalis tidak hanya bertindak sebagai peliput berita, tetapi juga sebagai katalisator yang menghubungkan pemerintah, KONI, dan DPR RI untuk bersama-sama merawat masa depan atlet daerah. 

Dengan kolaborasi yang terawat antara Legislatif, fasilitasi Pemerintah Kota, pendampingan teknis KONI, dan gema publikasi media, Kota Batu optimistis mampu mencetak generasi yang tangguh dan berprestasi di papan catur. Selain itu sinergi juga juga dapat menjadikan Kota Batu memiliki geberasi yang cerdas, berintegritas, dan berkontribusi nyata di arena kehidupan masyarakat.

Berita Terkait :  Jaring Atlet Muda, Korem 084 Gelar Bhajay Cup

Dalam sambutannya, Ketua BAKN RI Andreas Eddy Susetyo menegaskan pentingnya dukungan lintas sektor. Menurutnya, percepatan prestasi olahraga Indonesia yang masih tertinggal di tingkat Asia ini membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak. Terlebih di tengah terbatasnya ruang fiskal saat ini.

”Kami di DPR RI mendorong agar CSR BUMN dapat diprioritaskan untuk pembinaan atlet di daerah. Pembahasan ini telah kami jajaki bersama Danantara agar dampaknya terasa langsung di daerah seperti Kota Batu,” ungkap Andreas dalam sambutannya, Kamis (6/8/2026).

Dukungan Legislatif Pusat tersebut disambut hangat Wali Kota Batu Nurochman. Ia mengungkapkan apresiasi tinggi kepada SIWO Kota Batu PWI Malang Raya atas terselenggaranya kompetisi catur ini. Menurutnya, Kompetisi ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga atau ajang pencarian pemenang. 

“Ajang ini bukan sekadar turnamen, melainkan wadah pembentukan karakter, penyemaian bibit unggul secara berkelanjutan, serta ruang terbangunnya silaturahmi, komunikasi, dan kepercayaan antarlembaga yang menjadi modal penting dalam membangun daerah,” ujar Nurochman.

Ia juga memaparkan filosofi catur yang amat relevan dengan pembangunan karakter dan dunia jurnalistik. Dalam catur, kemenangan tidak ditentukan oleh siapa yang bergerak paling cepat, melainkan oleh siapa yang mampu berpikir jernih sebelum mengambil keputusan.

Bidak pion, katanya, mengajarkan bahwa siapa pun berkesempatan menjadi sosok yang kuat jika mau berjuang menembus batas. Sementara langkah raja hanya terbatas mengingatkan pentingnya kehati-hatian dan kecermatan. 

Berita Terkait :  Atlet Cabor Jujitsu Semangat Saat Latihan

Filosofi tersebut, menurut Nurochman, sangat dekat dengan profesi wartawan. Dalam jurnalistik, setiap informasi wajib diverifikasi sebelum dipublikasikan. Seorang wartawan dituntut berpikir kritis, membaca situasi secara utuh, dan menyampaikan fakta berimbang.

‘Nilai-nilai inilah yang kita temukan di atas papan catur. Antara lain, kecermatan, objektivitas, kesabaran, dan tanggung jawab. Sebab itu, turnamen ini menjadi pertemuan dua mitra pembangunan yang saling melengkapi antara pemerintah dan pers yang independen dan konstruktif. “Dan pemerintah harus transparan demi pelayanan publik yang berkualitas,” tambah Cak Nur, panggilan akrab Nurochman. 

Lebih lanjut, Cak Nur menekankan bahwa semangat kolaborasi ini selaras dengan visi mBatu SAE (Sedoyo SAE). Membangun Kota Batu tidak bisa dilakukan pemerintah semata, melainkan butuh kontribusi seluruh elemen, di mana setiap pihak memainkan perannya secara maksimal. Dan ini sesuai dengan fungsi masing- masing bidak di papan catur. 

Tak lupa Cak Nur menyemangati para peserta untuk menjadikan turnamen ini sebagai sarana mempererat persahabatan dan sportivitas. “Menang atau kalah hanyalah hasil pertandingan, tetapi persaudaraan dan kolaborasi adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tandasnya. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!