Pemkab Tulungagung, Bhirawa. – Meski ada lelang pengerjaan proyek yang gagal, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tulungagung target capaian pembangunan infrastruktur akan maksimal pada tahun 2026 ini. Bahkan mereka optimis mencapai 95 persen.
“Kami optimis sampai akhir tahun tercapai 95 persen dari target,” ujar Kepala PUPR Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro, Kamis (29/10).
Menurut dia, saat ini sudah 99 persen dari jumlah paket pengerjaan infrastruktur sudah diterbitkan surat perintah kerja (SPK)-nya. “Dari 130-an paket pengerjaan, 99 persen sudah SPK,” terangnya.
Galih mengakui jika masih ada proyek pengerjaan infrastruktur yang belum bisa dikerjakan pada tahun 2026 akibat gagal lelang. Pengerjaan gagal lelang tersebut sebanyak dua proyek.
“Satu pengerjaan jembatan di Pagerwojo dan satu lagi pengerjaan talud di Picisan (Sendang). Keduanya gagal lelang. Tidak ada yang melakukan penawaran” bebernya.
Mantan Kepala BPKAD Kabupaten Tulungagung ini akan mengevaluasi mengapa sampai dua proyek tersebut gagal lelang. “Nanti kita evaluasi untuk tahun depan. Termasuk dengan nilai penawarannya,” ucapnya.
Sebelumnya, Galih menyebut progres pengerjaan proyek infrastruktur yang sedang berjalan saat ini terbilang bagus. Semua berjalan sesuai perencanaan.
Ia mencontohkan pengerjaan pembangunan jembatan di Junjung (Sumbergempol). “Progresnya bagus. Girder jembatan sudah terpasang,” tuturnya.
Selanjutnya Galih mengungkapkan jika pada tahun 2026 besaran anggaran untuk pembangunan infrastruktur sejumlah Rp 279 miliar. Pembangunan infrastruktur terdiri dari di antaranya pembangunan jalan, jembatan, talud, trotoar dan gorong-gorong.
“Dari anggaran Rp 297 miliar itu, jumlah paket pengerjaannya sebanyak 130-an paket,” pungkasnya. [wed.dre]




