Surabaya, Bhirawa. – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian (Kementan) RI kembangkan benih kedelai unggul melalui pemanfaatan lahan seluas 56 hektare untuk mendukung percepatan swasembada kedelai nasional. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan riset, dukungan sarana produksi, sampai pelibatan mahasiswa dalam pembelajaran berbasis pengalaman dan kontribusi di sektor pertanian. Kamis, (14/8/2026)
Rektor Unesa, Nurhasan mengukapkan kesiapan penuh lembaga serta apresiasi atas kepercayaan strategis diberikan Kementan RI, sebelumnya Unesa telah aktif mengawal program pengembangan komoditas pertanian, salah satunya jagung di Jawa Timur.
“Unesa memperkuat riset pada bidang ketahanan pangan dengan menyusun dan menyerahkan proposal penelitian secara resmi, pengembangan benih kedelai menjadi fokus utama tim peneliti Unesa mengerahkan seluruh sumber daya akademik untuk menghasilkan varietas unggul berproduktivitas tinggi,” jelasnya.
Cak Hasan Pangilan akrabnya berharap penelitian dapat terus berlanjut sampai memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. “Ini pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami, akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai harapan kita bersama,” pungkasnya.
Ia mengatakan melalui pengembangan benih, dukungan sarana produksi, dan pelibatan mahasiswa pembelajaran di lapangan, kolaborasi Unesa dan Kementan untuk mempertemukan riset perguruan tinggi dengan kebutuhan pengembangan pangan nasional. “Skema ini sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa memperoleh pengalaman langsung pada pengembangan komoditas pertanian dan mendukung upaya percepatan swasembada kedelai,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menyampaikan kerja sama tersebut merupakan langkah untuk menindaklanjuti arahan presiden terkait percepatan swasembada kedelai nasional. “Kolaborasi riset secara khusus melibatkan Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa untuk mengelola lahan seluas 56 hektar, Kemudian kita tindaklanjuti kedelai, kami berikan bibit gratis, traktor, roda empat itu gratis, nanti diolah, dosen-dosen dan tim meneliti, misal produksinya bisa 4 ton, 5 ton, minimal 3,5 ton per hektar, semua bibit yang 56 hektar kami (Kementan) beli,” tegasnya.
Amran menambahkan benih-benih unggul hasil produksi Unesa nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat Jawa Timur guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai, skema besar swasembada ini juga melibatkan perguruan tinggi lain, seperti IPB yang fokus pada pengembangan bibit padi dan ITS pada benih jagung.
“Indonesia harus bangga dengan produk-produk perguruan tinggi, konsep triple helix, yaitu pemerintah sebagai regulator, industri sebagai pengusaha, dan akademisi yang menciptakan inovasi baru, dapat membuat swasembada dan ketahanan pangan Indonesia semakin kuat,” imbuhnya.
Menurutnya mahasiswa akan belajar sekaligus berkolaborasi langsung dengan petani dalam mendorong peningkatan hasil pertanian, riset dan pengembangan benih, kerja sama mencakup program akademik yang melibatkan mahasiswa salah satunya melalui program magang berdampak.[ren.ca]



