27 C
Sidoarjo
Thursday, September 10, 2026
spot_img

Peringati Haornas, Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga sebagai Budaya Hidup Sehat dan Produktif


Pemprov, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan sesekali.

Karena budaya hidup aktif dan bugar merupakan salah satu fondasi penting untuk membangun sumber daya manusia Jawa Timur yang sehat, produktif, tangguh, dan berkarakter.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026 yang mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar”.

Ia menilai tema tersebut sejalan dengan kebutuhan untuk mendorong olahraga semakin dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga komunitas.

“Selamat memperingati Hari Olahraga Nasional Tahun 2026. Mari jadikan olahraga bukan sekadar kegiatan sesaat, melainkan kebutuhan sekaligus budaya hidup yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga lingkungan masyarakat,” ujarnya di Surabaya, Rabu (9/9).

Bagi Khofifah, HAORNAS tidak semata menjadi momentum untuk mengapresiasi prestasi atlet. Lebih jauh, peringatan tersebut harus menjadi pengingat bahwa olahraga merupakan bagian dari pembangunan manusia.

Olahraga, kata dia, tidak hanya membantu menjaga kebugaran dan kesehatan, tetapi juga membentuk karakter. Kebiasaan berolahraga dapat menanamkan kedisiplinan, kerja keras, sportivitas, kejujuran, daya juang, sekaligus kemampuan untuk bekerja sama.

Maka dari itu, budaya bergerak perlu dibangun sejak usia dini dan dijaga sepanjang kehidupan. Menurut Khofifah, olahraga tidak harus identik dengan fasilitas yang mahal atau aktivitas yang berat.

Berita Terkait :  Idul Adha, Bupati Wahono Ajak Warga Perkuat Ketakwaan dan Kepedulian Sosial

“Olahraga tidak harus selalu dilakukan dengan fasilitas yang mahal. Berjalan kaki, berlari, bersepeda, senam, berenang, bermain bulu tangkis, hingga memainkan olahraga tradisional dapat menjadi pilihan. Yang terpenting adalah kemauan untuk mulai bergerak dan melakukannya secara rutin,” ungkapnya.

Untuk membangun masyarakat yang aktif, Khofifah menilai lingkungan yang mendukung aktivitas fisik juga harus terus diperluas. Pemerintah bersama keluarga, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi olahraga, dan komunitas perlu menciptakan ruang serta kegiatan yang membuat masyarakat lebih mudah berolahraga.

Ketersediaan ruang publik yang aman, nyaman, inklusif, ramah anak, ramah lansia, dan dapat diakses penyandang disabilitas menjadi salah satu bagian penting dari upaya tersebut. Demikian pula dengan penguatan kegiatan olahraga berbasis sekolah, desa, kelurahan, perkantoran, dan komunitas.

“Mari kita hidupkan taman, lapangan, halaman sekolah, dan ruang publik lainnya dengan kegiatan olahraga. Semakin mudah akses masyarakat untuk bergerak, semakin besar peluang kita membangun Jawa Timur yang sehat, produktif, dan bahagia,” tuturnya.

Di sisi lain, Khofifah menegaskan bahwa penguatan olahraga masyarakat harus berjalan seiring dengan pembinaan olahraga prestasi. Menurutnya, masyarakat yang aktif berolahraga dan lahirnya atlet berprestasi merupakan dua bagian dari ekosistem olahraga yang saling menguatkan.

Untuk mencetak atlet berprestasi, pembinaan harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Proses tersebut dimulai dari pencarian serta identifikasi talenta sejak usia dini, kompetisi yang berjenjang, peningkatan kualitas pelatih, hingga pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga atau sport science.

Berita Terkait :  Media dan Sensasi

Menurut Khofifah, perhatian terhadap atlet juga tidak boleh berhenti pada aspek latihan. Pemenuhan kebutuhan gizi, kesehatan, pendidikan, psikologi, perlindungan, dan kesejahteraan atlet perlu menjadi bagian dari sistem pembinaan secara menyeluruh.

“Prestasi tidak lahir secara instan. Di balik setiap medali terdapat proses panjang, kedisiplinan, pengorbanan, dukungan keluarga, kerja keras pelatih, serta sistem pembinaan yang konsisten. Ekosistem inilah yang harus terus kita jaga dan perkuat,” tegasnya.

Khofifah juga menekankan pentingnya memastikan olahraga dapat diakses semua kalangan. Kesempatan untuk berolahraga dan berprestasi, menurutnya, harus terbuka bagi masyarakat tanpa terkecuali, termasuk atlet penyandang disabilitas.

Ia menilai keterbatasan fisik tidak seharusnya menjadi hambatan untuk beraktivitas, berkompetisi, maupun mengukir prestasi. Sehingga, pengembangan olahraga inklusif perlu terus menjadi bagian dari pembangunan keolahragaan di Jawa Timur. [ina.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!