Kota Malang, Bhirawa – Puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) berlangsung meriah di Lapangan Rampal Brawijaya, Kota Malang, pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang mempertemukan lembaga jasa keuangan, pelaku UMKM, dan masyarakat luas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi keuangan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya kejahatan siber berbasis perbankan.
Kepala OJK Malang, Farid Falatehan, menyampaikan pertumbuhan ekonomi Malang Raya yang mencapai sekitar 6 persen, melampaui rata-rata nasional 5,2 persen dan Jawa Timur 5,7 persen. Pertumbuhan ini didukung penyaluran kredit perbankan sebesar Rp112 triliun, di mana Rp36,4 triliun di antaranya untuk sektor UMKM. Khusus bulan Oktober 2026, pembiayaan lembaga jasa keuangan di Malang bagi UMKM bahkan menembus Rp900 miliar.
Meski akses keuangan masyarakat mencapai 93 persen, tingkat literasi keuangan baru di angka 69 persen. Kesenjangan 24 persen ini menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku penipuan. Hingga September 2026, OJK Malang mencatat 2.997 pengaduan, di mana 23,6 persen merupakan korban penipuan – meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya 12-13 persen. Modus yang paling umum mengatasnamakan platform belanja daring, bank, Ditjen Pajak, hingga Dukcapil, untuk memancing data pribadi, PIN, dan kode OTP. “Jangan pernah berikan PIN atau OTP kepada siapa pun. Pihak resmi tidak akan pernah meminta data tersebut,” tegas Farid.
Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi sinergi OJK dan FKIJK yang menyelenggarakan kegiatan edukasi ini dengan jalan sehat, stan UMKM, dan atraksi budaya. Ia menegaskan inklusi keuangan bukan sekadar mempermudah akses perbankan, melainkan membuka peluang ekonomi yang setara bagi seluruh masyarakat.
“Dengan tema ‘Laku Bareng, Guyub Bareng, Cerdas Finansial’, kita ingin warga tidak hanya bisa bertransaksi, tetapi juga cerdas dan aman dalam memanfaatkan layanan keuangan,” ujarnya.
Semangat ini sejalan dengan program “Ngalam Ngopeni”, yang menempatkan pemerintah sebagai pendamping masyarakat menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. [mut.gat]


