Polresta Pasuruan, Bhirawa. – Polres Pasuruan Kota mengambil langkah strategis dalam meredam potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menyadari pentingnya peran akar rumput, kepolisian secara resmi menggandeng para tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pasuruan untuk bersama-sama menekan peredaran narkoba dan kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Langkah kolaboratif itu mengemuka dalam kegiatan silaturahmi antara Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) dengan pengurus FKUB Kota Pasuruan.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Bersama FKUB, Jalan Panglima Sudirman, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Senin (2/11).
Dalam arahannya, AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo menekankan penanganan masalah sosial dan kriminalitas tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata.
Pendekatan kultural dan moral melalui para pemuka agama dinilai menjadi instrumen paling efektif untuk menyentuh kesadaran masyarakat secara langsung hingga ke tingkat keluarga.
“Sudah kami sampaikan kepada FKUB agar membantu menyampaikan kepada umat untuk menjaga keluarganya supaya tidak sampai menjadi korban penyalahgunaan narkoba. Narkoba ini penting karena bisa memengaruhi semuanya. Kejahatan juga bisa terjadi karena narkoba,” ujar Arief di hadapan para pengurus FKUB.
Pihaknya menjelaskan, jaringan peredaran gelap narkotika kerap menjadi akar dari berbagai bentuk kejahatan konvensional lainnya.
Oleh karena itu, membentengi generasi muda dan lingkungan keluarga dari bahaya barang haram tersebut memerlukan kepedulian kolektif yang dimotori oleh para tokoh agama saat menjalankan ruang-ruang dakwah maupun pembinaan umat.
Selain ancaman narkotika, jajaran Polres Pasuruan Kota juga memberikan perhatian khusus terhadap tren kriminalitas jalanan, khususnya kasus curanmor yang meresahkan warga.
Melalui jaringan FKUB, kepolisian berharap imbauan kewaspadaan dapat disosialisasikan secara masif kepada masyarakat luas.
“Untuk keamanan di ruang publik, kalau ada informasi apa pun agar disampaikan kepada kami. Termasuk saat ini banyak curanmor. Kami juga meminta FKUB memberikan imbauan agar masyarakat tidak memarkir kendaraan sembarangan dan menggunakan kunci pengaman tambahan,” kata Arief.
Pemanfaatan ruang ibadah dan forum-forum keagamaan dinilai sebagai sarana penyuluhan yang sangat strategis. Dengan diselipkannya pesan-pesan kamtibmas secara berkala oleh para pemuka agama, tingkat kewaspadaan warga diharapkan meningkat, sehingga ruang gerak pelaku kejahatan dapat semakin sempit.
Lebih jauh, kepolisian berharap sinergi ini tidak berhenti pada isu narkoba dan curanmor saja.
AKBP Arief juga membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi FKUB untuk menjadi mitra strategis dalam memetakan dan menyampaikan berbagai persoalan sosial lain yang berkembang di tengah masyarakat Kota Pasuruan.
Melalui aliran informasi yang cepat dan transparan dari para tokoh agama, aparat kepolisian mengeklaim dapat mendeteksi potensi kerawanan secara dini serta merumuskan langkah antisipasi dan solusi bersama secara cepat.
“Komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh lintas agama ini perlu terus dilakukan agar berbagai persoalan sosial, khususnya di Kota Pasuruan, dapat ditangani melalui kerja sama yang erat antara aparat dan masyarakat,” jelas Arief. [hil.hel]


