29.1 C
Sidoarjo
Monday, November 2, 2026
spot_img

15 Guru SMK Jatim Perdalam Pembuatan Gim Berbasis AI ke Cina


Dindik Jatim, Bhirawa – Sebanyak 15 guru SMK di Jawa Timur mulai mengikuti pelatihan lanjutan pembuatan gim berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Jumat (30/10). Pelatihan ini menjadi bekal bagi para guru untuk mengikuti program pembelajaran lanjutan dan kompetisi pembuatan gim berbasis AI di Shanghai, China, pada Januari 2027.

Pelatihan awal dilaksanakan secara daring dengan pemateri dari tim Boke Technology. Program tersebut akan berlanjut selama dua bulan ke depan melalui pelatihan daring untuk memperdalam keterampilan peserta dalam mengembangkan gim dan karya digital berbasis AI.

Salah satu peserta, Asih Setiani, guru SMKN 1 Banyuwangi, mengatakan pelatihan tersebut memberikan wawasan baru mengenai proses pembuatan gim dan animasi. Selama ini, pengembangan karya digital di sekolah masih banyak dilakukan secara manual, mulai dari perencanaan hingga pembuatan aset visual satu per satu.

“Selama ini kalau membuat studio animasi, kami mengerjakannya secara manual. Ternyata, proses tersebut bisa menggunakan AI. Pelatihan ini memberikan gambaran baru tentang pengembangan gim, mulai dari perencanaan hingga pembuatan aset,” ujar Asih.

Menurut dia, materi yang diperoleh masih pada tahap pengenalan. Meski demikian, pelatihan tersebut membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan metode pembuatan gim dan animasi dengan bantuan teknologi AI.

Sementara itu, Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai menjelaskan, program bersama Boke Technology merupakan bagian dari kerja sama berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru vokasi di Jawa Timur.

Berita Terkait :  Untag Surabaya Gelar Sarasehan Bahas Solusi dan Dinamika Kampus Swasta

Sebelum mengikuti pelatihan lanjutan, sebanyak 50 guru telah menjalani pelatihan daring selama 20 hari. Mereka juga mengerjakan proyek berbasis AI yang diselenggarakan Boke Technology. Dari rangkaian kegiatan tersebut, terpilih 15 guru dengan karya terbaik yang mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan lanjutan di China.

Aries berharap, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan AI untuk pembelajaran, tetapi juga mendorong mereka membagikan pengetahuan kepada rekan-rekan guru di sekolah masing-masing.

“Harapannya, kompetensi yang diperoleh para guru dapat dikembangkan di sekolah dan memberikan manfaat bagi siswa. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya kreatif yang memiliki nilai tambah,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi guru menjadi langkah penting untuk menyiapkan pendidikan vokasi menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Pemanfaatan AI di SMK diharapkan tidak berhenti pada penguasaan aplikasi, tetapi juga menjadi sarana mengasah kreativitas, menghasilkan karya digital, serta memperkenalkan potensi budaya dan sejarah daerah.

Adapun guru yang tidak terpilih dalam kelompok 15 peserta terbaik tetap memperoleh sertifikat pelatihan dan kompetensi dari Boke Technology sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Perwakilan Boke Technology, Wang Chen, mengatakan pelatihan lanjutan di China akan memperdalam kemampuan para guru dalam mengembangkan karya berbasis AI, termasuk film pendek dan desain gim. Program tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi guru vokasi di Jawa Timur untuk meningkatkan keterampilan di bidang teknologi kreatif. [ina.wwn]

Berita Terkait :  Magang MBKM, Adel Belajar Mengelola Medsos Instagram TSOT Outbound

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!