30.3 C
Sidoarjo
Wednesday, May 6, 2026
spot_img

Pemkot Batu Siapkan Skema Penyelamatan Hutan Berbasis Kesejahteraan Petani

Kota Batu,Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berkomitmen menjaga kelestarian kawasan hutan penyangga yang ada di Kota Wisata ini. Untuk itu mereka melalukan pendekatan seimbang antara konservasi alam dan penguatan ekonomi kerakyatan.

Pemkot membuat program dengan fokus untuk mengantisipasi risiko bencana alam di masa depan. Namun program ini juga tetap bisa menyediakan pendapatan bagi petani.

Program ini memiliki fokus utama mengubah pola tanam tradisional menjadi sistem agroforestri yang lebih berkelanjutan. Dikatakan Wali Kota Batu, Nurochman bahwa tantangan terbesar dalam menjaga hutan adalah kebutuhan ekonomi mendesak para petani atau pesanggem.

“Karena itu kita membuat strategi yang tidak hanya sekadar melarang aktivitas di hutan, namun tetap bisa memberikan penghasilan dengan solusi memberikan komoditas bernilai tinggi. Program ini kita rençanakan berjalan mulai 2026 hingga 2028 dengan menyasar wilayah krusial di sekitar kawasan Tahura,” ujarnya, Minggu (12/4).

Nurochman mengatakan bahwa pekan lalu pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Lestari Sejahtera. Pertemuan yang dilaksanakan di Rumah Dinas Wali Kota Batu membahas program kerja sama yang menyasar tiga aspek utama secara simultan.

Akhirnya disepakati adanya kerja sama untuk melakukan reboisasi strategis dengan penanaman bibit pòhon produktif. Yaitu, alpukat, kopi, dan sukun yang akan ditanam di lahan miring seluas 650 hektare. Pemilihan komoditas ini bertujuan sebagai tegakan pelindung sekaligus penahan longsor.

Berita Terkait :  BPBD Jatim Tinjau dan Salurkan Bantuan Terdampak Banjir Kabupaten Pasuruan

“Kita tidak bisa bicara menjaga alam jika urusan perut masyarakat tidak terpikirkan,” jelasnya.

Melalui program dan pemilihan komoditas ini, ditargetkan 60 persen bisa menjadi pemenuhan ekonomi masyarakat sehingga mereka mampu secara mandiri. Adapun sebesar 40 persen difokuskan untuk menjaga ekologi secarav murni. Dalam fokus ini bertujuan untuk menjaga hutan, mencegah banjir saat hujan, dan tidak terjadi kebakaran hutan saat kemarau.

Pemkot Batu akan memberikan dukungan alat pasca-panen sebagai langkah pemberdayaan produktif. Bantuan alat tersebut bisa diwujudkan mesin pemecah dan grinder kopi. Dengan bantuan alat ini ?iharapkan bìsa meningkatkan nilai jual produk petani, serta menjamin akses pasar yang stabil.

Sejalan dengan itu, Wali Kota juga menginstruksikan langkah konkret untuk memulihkan fungsi konservasi di kawasan hulu yang ada di ?awasan Kecamatan Bumiaji. Hal ini berkaitan dengan upaya memutus siklus banjir luapan Kali Krecek yang ada di ?awasan ini.

“Penanganan bencana tidak boleh hanya fokus pada perbaikan saluran di hilir, tetapi harus menyentuh akar permasalahan di hulu,” tegas Nurochman.

Berdasarkan data lapangan, banjir yang melanda kawasan Desa Tulungrejo dan Desa Punten pada 30 Maret lalu dipicu oleh alih fungsi lahan. Tercatat keberadaan hutan seluas 109,188 hektar telah menjadi pertanian holtikultura semusim.

Tingginya sedimentasi hingga 97.107 m³ per tahun akibat erosi tanah di lahan miring menjadi faktor utama pendangkalan sungai yang mengancam keselamatan masyarakat dan infrastruktur. Untuk itu pemkot mengajak adanya transformasi pola tanam yang lebih ramah lingkungan.

Berita Terkait :  Bulog Mojokerto Optimalkan Pendistribusian Beras SPHP

Pemkot akan memfasilitasi petani di hulu untuk beralih ke tanaman tegak yang memiliki nilai ekonomi tinggi, seperti kopi dan kakao. Fungsi konservasi lahan kembali pulih karena akar tanaman tegak mampu mengikat tanah dan mencegah erosi. Di sisi lain petani tetap memiliki penghasilan yang berkelanjutan dari produk yang dihasilkan tanaman tersebut. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!