32.8 C
Sidoarjo
Wednesday, May 6, 2026
spot_img

SIG Hadirkan SpeedCrete, Solusi Beton Cepat Kering untuk Efisiensi Perbaikan Jalan

Gresik, Bhirawa

Masalah kemacetan di wilayah Jabodetabek bukan lagi rahasia umum. Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) fase II tahun 2019 mencatat, kerugian ekonomi akibat kemacetan bisa mencapai Rp100 triliun per tahun. Selain merugikan secara finansial, kemacetan juga berdampak buruk pada kualitas hidup dan menjadi salah satu penyumbang polusi udara terbesar.

Salah satu faktor yang sering memicu kemacetan panjang adalah kegiatan perbaikan jalan. Metode konvensional yang biasa digunakan seringkali memakan waktu hingga satu hingga dua minggu lamanya. Hal ini tidak hanya membuang waktu dan merugikan ekonomi, tetapi juga menambah polusi akibat kendaraan yang terjebak dalam antrean panjang.

Menjawab tantangan tersebut, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG menghadirkan inovasi terbarunya, SpeedCrete. Produk beton cepat kering ini dirancang khusus untuk memangkas waktu pengerjaan perbaikan jalan yang selama ini menjadi sumber masalah.

Dibuat dengan teknologi rapid setting, SpeedCrete memiliki kemampuan unik untuk mencapai kekuatan awal dan siap dilalui kendaraan hanya dalam waktu beberapa jam setelah diaplikasikan. Waktu pengerasannya pun fleksibel, tersedia dalam pilihan mulai dari 3 hingga 12 jam. Dengan demikian, perbaikan jalan bisa dilakukan secara cepat, meminimalkan gangguan lalu lintas, dan secara signifikan menekan potensi kerugian ekonomi akibat penutupan jalan.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam memperkuat posisi sebagai penyedia solusi konstruksi terintegrasi yang menjawab kebutuhan zaman.

Berita Terkait :  Disperindag Pemkab Sidoarjo Susun Renstra Pengembangan Sektor Industri dan Perdagangan

“SpeedCrete tidak hanya menawarkan kecepatan dalam pengerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Ini sejalan dengan komitmen SIG untuk terus menghadirkan produk yang mampu meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional,” ujarnya.

Keunggulan produk ini telah terbukti dalam berbagai proyek strategis di Indonesia. Proses pengerjaan yang biasanya dilakukan pada malam hari memungkinkan jalan dapat kembali beroperasi normal pada pagi harinya. Beberapa proyek yang telah menerapkan teknologi ini antara lain jalur Bus TransJakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, Terminal Petikemas Koja, hingga berbagai ruas jalan tol strategis seperti Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Tol Jakarta-Merak, Tol Pejagan-Pemalang, serta Tol Surabaya–Mojokerto dan Surabaya–Gempol.

“Implementasi di berbagai lokasi menunjukkan keandalan SpeedCrete dalam mendukung percepatan proyek tanpa mengorbankan kualitas konstruksi. Ke depan, SIG optimistis inovasi ini semakin memperkuat kontribusi perusahaan dalam pembangunan infrastruktur nasional yang efisien dan berkelanjutan,” pungkas Vita Mahreyni. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!