28 C
Sidoarjo
Wednesday, September 9, 2026
spot_img

Pemkab Kediri Genjot Pariwisata, Potensi Air Panas Kelud Mulai Dijajaki

Pemkab Kediri, Bhirawa. – Pemkab Kediri terus mengembangkan sektor pariwisata sepanjang 2026. Selain mengaktifkan kembali sejumlah destinasi, pemerintah daerah mulai menjajaki potensi wisata baru, salah satunya sumber air panas di kawasan Gunung Kelud.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, pengembangan pariwisata dilakukan dengan mengoptimalkan potensi alam, seni dan budaya yang dimiliki daerah. Penataan sejumlah destinasi juga terus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata.

“Kita akan berusaha untuk terus mengembangkan pariwisata, seni dan budaya. Ini ditunjukkan dari apa yang kita lakukan pada dua tahun terakhir, kita melakukan aktivasi di Ubalan dan melakukan penataan di beberapa tempat pariwisata,” kata Mustika, Rabu (8/9).

Salah satu pengembangan yang kembali dilanjutkan yakni Museum Sri Aji Jayabaya di Desa Menang, Kecamatan Pagu. Museum tersebut sebelumnya berada di kompleks kawasan Pemkab Kediri yang mengalami kerusakan akibat aksi pengrusakan dan pembakaran pada Agustus 2025.

Tahap pertama pembangunan museum telah diselesaikan pada akhir 2025 dan dilanjutkan pada 2026. Keberadaan museum diharapkan menjadi sarana wisata edukasi sekaligus tempat penyimpanan dan perawatan benda bersejarah serta aset cagar budaya Kediri.

Selain membenahi destinasi yang sudah ada, Dinas Pariwisata juga mulai memetakan potensi baru di kawasan Gunung Kelud. Survei sumber air panas telah dilakukan melalui dua jalur untuk melihat akses sekaligus peluang pengembangannya. “Bagaimana kita bisa mengembangkan daya tarik wisata baru di sana. Itu adalah atraksi wisata yang nanti pasti akan mendongkrak kunjungan,” ujar Mustika.

Berita Terkait :  SiBo-NaLiq Antarkan Tim Peneliti Muda SMAN 5 Surabaya Raih Emas di Ajang Internasional

Pengembangan wisata juga diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus tetap menjaga lingkungan. Konsep tersebut antara lain diterapkan melalui pengembangan ekowisata dan penguatan potensi desa berbasis masyarakat.

Dinas Pariwisata mendorong Pokdarwis menjadi penggerak pengembangan potensi wisata di masing-masing desa. Saat ini terdapat tujuh desa wisata yang telah ditetapkan di Kabupaten Kediri. Tahun ini ditargetkan ada tambahan tiga desa wisata dalam proses pengembangan.

Untuk memperkuat destinasi, pengembangan dilakukan dengan pendekatan 3A, yakni aksesibilitas, amenitas dan atraksi. Perbaikan akses, fasilitas pendukung serta penambahan kegiatan wisata terus didorong, termasuk pengembangan sport tourism.

Aktivasi destinasi menjadi salah satu strategi meningkatkan kunjungan sekaligus mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada 2026, Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri mendapat target PAD Rp3,7 miliar, meningkat dari target Rp3,5 miliar pada tahun sebelumnya.

Mustika mencontohkan aktivasi Ubalan yang mendapat respons positif masyarakat. Kegiatan yang semula diperkirakan menarik sekitar 200 pengunjung itu mampu mencapai sekitar 500 orang. “Apresiasinya cukup bagus dari masyarakat. Insyaallah itu akan bisa kita capai untuk targetnya,” ucapnya.

Meski demikian, pengembangan destinasi wisata alam tetap menghadapi tantangan, terutama potensi bencana di kawasan seperti Besuki dan Gunung Kelud. Karena itu, aspek keselamatan, infrastruktur dan peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata.

Mustika menegaskan pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, Pokdarwis dan media memiliki peran dalam memperkenalkan sekaligus mengembangkan potensi wisata Kabupaten Kediri. Dengan pengembangan tersebut, sektor pariwisata diharapkan tidak sekadar meningkatkan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu menjaga budaya dan lingkungan serta menggerakkan perekonomian masyarakat.[van.nov.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!