Borong 3 Medali di MTE, Kadindik Puji Semangat Kompetitif Peniliti Muda di Kancah International
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan murid Jawa Timur di ajang internasional. Kali ini, siswa SMA Negeri 5 Surabaya sukses meraih tiga medali dalam Malaysia Technology Expo 2026 yang digelar di Kuala Lumpur pada 9-11 April 2026. Yakni medali emas, satu medali perak sekaligus Special Award, serta satu medali perak.
Oleh:
Diana Rahmatus S, Kota Surabaya
Ajang tahunan Malaysia Technology Expo telah memasuki penyelenggaraan ke-25 tahun. Ajang ini dikenal sebagai salah satu barometer inovasi dunia. Tahun ini, MTE diikuti sekitar 1.390 peserta dari 10 negara, di antaranya Malaysia, Indonesia, Polandia, Iran, Thailand, Korea Selatan, Taiwan, Hong Kong, Arab Saudi, dan China.
Diajang bergengsi ini, tim SMAN 5 Surabaya yang beranggotakan Iftikhar Ali Raja Suryaningtyas, Zakiyah Rafifah Artanti, Freya Zaviera Nasendrasetya, Achilles Satya Pramana, dan Mochamad Nur Ammar Hidayat sukses meraih Medali emas diraih melalui inovasi “Sibo-Naliq”.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian prestasi siswa Jawa Timur di kancah internasional.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas inovasi para murid mampu menjawab berbagai persoalan yang ada di lingkungan sekitar.
“Inovasi ada dari sebuah masalah. Inovasi hadir untuk memberikan solusi. Apa yang dibuat para murid ini patut kita apresiasi kualitasnya, terlebih inovasi tersebut ditujukan untuk pencegahan diabetes yang kini banyak menjangkiti anak muda akibat pola hidup,” ujarnya.
Aries menambahkan, capaian yang diraih siswa saat ini merupakan investasi penting bagi masa depan mereka, khususnya dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN). Ia menilai, inovasi yang dikembangkan memiliki peluang besar untuk terus ditingkatkan, seiring tingginya angka penderita diabetes di Indonesia.
Selain itu, ia juga mengapresiasi semangat para siswa yang mampu berkompetisi di tingkat internasional. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi yang dihasilkan telah melalui proses uji coba yang panjang hingga layak dipresentasikan di hadapan juri profesional.
Kesempatan ini, lanjutnya, menjadi bukti bahwa generasi muda Jawa Timur memiliki daya saing dan jiwa kompetitif yang kuat di tingkat global.
“Untuk anak-anak kita, tetap semangat mengukir prestasi. Kembangkan apa yang dikuasai saat ini. Jika tertarik dalam dunia penelitian, terus asah inovasi untuk membantu memecahkan persoalan di masyarakat,” pungkasnya.
Ketua tim, Iftikhar Ali Raja Suryaningtyas, menjelaskan bahwa produk tersebut diformulasikan dari dua bahan utama, yakni air nira siwalan (Sonneratia caseolaris) dan ekstrak buah bogem (Borassus flabellifer L.). Selain sebagai pemanis alternatif, produk ini juga mengandung antioksidan alami yang berasal dari ekstrak buah bogem.
“Produk kami menggunakan formulasi nanopartikel sehingga memiliki ukuran sangat kecil agar lebih mudah diserap tubuh dan meningkatkan bioavailabilitas,” ujarnya.
Anggota tim, Zakiyah Rafifah Artanti, menambahkan bahwa SiBo-NaLiq memiliki tiga keunggulan utama. Pertama, produk ini memiliki indeks glikemik sebesar 33,3 persen yang tergolong rendah, sehingga berpotensi membantu pencegahan diabetes.
Kedua, kandungan antioksidan alami dalam produk dinilai dapat memberikan manfaat tambahan dengan membantu mengurangi stres oksidatif akibat ketidakseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas dalam tubuh.
Ketiga, penggunaan teknologi nanopartikel memungkinkan partikel bahan aktif dipecah menjadi ukuran nano dengan ukuran D50 mencapai 38,18 nanometer. Ukuran ini dinilai optimal dalam meningkatkan kemampuan penyerapan serta efektivitas bahan aktif di dalam tubuh.
Lebih lanjut, tim juga menyiapkan rencana pengembangan produk dengan melibatkan petani dan masyarakat lokal sebagai pemasok bahan baku. Langkah ini diharapkan dapat mendukung perekonomian warga sekaligus memperluas pemanfaatan komoditas siwalan dan bogem.
Selain itu, tim membuka peluang kolaborasi dengan sektor kesehatan, termasuk rumah sakit, agar SiBo-NaLiq dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama pengganti gula yang lebih sehat dan alami.
Sementara itu, tim kedua yang terdiri dari Ezza Nabil Jauhari, Nadya Tsabitha Taufana Azzahra, Muhammad Hisyam Arziki, Arfa Haidar Maheswara Pras, Almeera Balquist Jahira Z.K, dan Fattan Putra Fahlan meraih medali perak dan Special Award.
Adapun medali perak lainnya diraih oleh tim Evan Azka Adinata bersama Heyzer Albiero Wedhasmara, Anindytalia Bilqis Faridzi, Komang Enika Putri Cahyani, Safa Alhawa Nabila, dan Ferdinan Ardhan Setyaputra.
Keikutsertaan siswa dalam kompetisi ini didampingi oleh guru pembimbing Ratih Fahayana.
Ajang MTE sendiri diselenggarakan oleh PROTEMP (Professional Trade Exhibition and Meeting Planners) dan didukung berbagai kementerian serta asosiasi sains internasional. Kompetisi ini mempertemukan pelajar, peneliti, hingga perusahaan dari berbagai negara untuk menampilkan inovasi teknologi masa depan.
Keberhasilan ini sekaligus menegaskan daya saing generasi muda Jawa Timur di tingkat global melalui riset dan inovasi. [ina.gat]


