Pemkot Probolinggo, Bhirawa. – Keberadaan ikan lokal Jawa Timur mulai mendapat perhatian di Kota Probolinggo. Sebanyak 12.000 ekor ikan lokal ditebar di Sumber Mata Air Gayam, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Rabu (9/9).
Penebaran ikan tersebut tidak sekadar untuk menambah populasi ikan di kawasan sumber mata air. Pemerintah daerah dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Timur juga mendorong domestifikasi atau pengembangan ikan lokal agar keberadaannya tidak semakin terdesak.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, masyarakat selama ini lebih banyak mengenal ikan budidaya seperti nila dibandingkan jenis ikan lokal.
“Kalau tidak mulai kita budidayakan dan kembangkan, suatu saat ikan lokal bisa punah,” ujarnya. Sebanyak 12.000 ikan yang ditebar terdiri dari sejumlah jenis ikan lokal, di antaranya gurami, wader, tawes, baderbang, serta sengkaring atau ikan dewa.
Menurut Fitriawati, pengembangan ikan lokal diarahkan tidak hanya untuk menjaga populasinya. Ikan tersebut juga diharapkan memiliki nilai ekonomi bagi pembudidaya dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin melihat ikan dewa berpotensi menjadi ikon Sumber Mata Air Gayam. Ia meminta pengembangan ikan tersebut dilakukan secara serius sehingga keberadaannya dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat.
“Ke depan saya minta ikan dewa ini menjadi ikan prioritas atau ikon Sumber Air Gayam,” katanya.
Pengembangan kawasan sebagai lokasi wisata menjadi salah satu rencana yang turut mencuat dalam kegiatan tersebut. Jika kunjungan meningkat, keberadaan UMKM di sekitar kawasan juga dinilai dapat ikut terdampak.
Namun, pengembangan tersebut membutuhkan pengawasan terhadap lingkungan sumber mata air. Ketua Tim Kerja Kesehatan Ikan dan Lingkungan DKP Jawa Timur Umi Utami Dewi mengatakan keberhasilan domestifikasi tidak cukup hanya dengan melepasliarkan ikan.
Menurutnya, masyarakat sekitar perlu ikut menjaga kualitas perairan serta memantau keberadaan ikan yang telah ditebar.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar pelepasliaran ikan lokal, tetapi menjadi momentum membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga sumber daya ikan lokal dan lingkungan perairan,” ujarnya.
Sebanyak 50 peserta dari kelompok sadar wisata, kelompok pembudidaya ikan, penggiat lingkungan dan masyarakat setempat terlibat dalam kegiatan tersebut.
Sumber Mata Air Gayam selanjutnya diarahkan memiliki fungsi ganda, yakni sebagai lokasi pelestarian ikan lokal sekaligus ruang edukasi lingkungan dan potensi wisata berbasis sumber daya alam. [fir.dre]


