29 C
Sidoarjo
Thursday, May 21, 2026
spot_img

Pelajar SMKN 1 Bojonegoro Ikuti Perekaman e-KTP dan Edukasi Antinarkoba

Bojonegoro, Bhirawa
Puluhan siswa SMK Negeri 1 Bojonegoro mengikuti perekaman kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bojonegoro, Aula SMKN 1 Bojonegoro Kamis (21/5). Kegiatan jemput bola tersebut dirangkai dengan sosialisasi pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika (P4GN) sebagai upaya memperkuat ketahanan mental pelajar.

Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah mengatakan, kepemilikan e-KTP menjadi penanda penting bagi pelajar yang mulai memasuki usia dewasa. Menurut dia, identitas kependudukan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga simbol kesiapan generasi muda menghadapi kehidupan yang lebih luas. “Perekaman e-KTP ini menjadi momentum memasuki dunia dewasa. Anak-anak harus memiliki semangat belajar dan mental yang kuat agar mampu menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Harian Satgas P4GN Bojonegoro Budi Irawanto, Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Ninik Susmiati, Kepala Disdukcapil Bojonegoro Heri Widodo, perwakilan Cabdindik Wilayah Bojonegoro Kasi SMK Unsa Hudiana serta kepala SMKN 1 Bojonegoro Roedie Agus Setiyoono dan para guru.

Dalam sosialisasi itu, para siswa juga mendapat edukasi mengenai bahaya narkotika dan zat adiktif lainnya. Budi Irawanto menyebutkan, sepanjang 2025 tercatat 72 kasus narkoba di Bojonegoro yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat.

Menurut Budi, pelajar perlu memiliki kemampuan untuk menjaga diri ketika memasuki lingkungan sosial yang lebih luas setelah lulus sekolah. “Narkoba tidak mengenal usia maupun status sosial. Karena itu, para pelajar harus tetap fokus pada masa depan dan tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif,” katanya.

Berita Terkait :  Raker Tiga Pansus DPRD Kota Batu Kaji Tiga Raperda Prioritas

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro dr Ninik Susmiati menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program yang didukung melalui DPA APBD 2026. Program itu bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar mengenai bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (Napza).

Dalam pelaksanaannya, Disdukcapil membawa perangkat perekaman langsung ke lingkungan sekolah sehingga siswa tidak perlu datang ke kantor pelayanan administrasi kependudukan. Langkah itu dinilai mempermudah pelajar yang baru memasuki usia wajib memiliki identitas kependudukan. Salah seorang siswa SMKN 1 Bojonegoro, Anita rizqky Nur Wahyuni klas XI Akuntansi mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Selain prosesnya cepat, siswa juga tidak perlu meninggalkan kegiatan belajar untuk mengurus administrasi kependudukan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kegiatan itu menjadi langkah preventif dalam menyiapkan generasi muda yang sehat, tertib administrasi, dan memiliki ketahanan mental kuat menuju Indonesia Emas 2045.[bas.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!