Paduan Gurih – Manis – Harumnya Diminati Pembeli Sejumlah Daerah di Indonesia
Oleh:
Arif Yulianto, Kabupaten Jombang
Di daerah Sengon, Jombang, tepatnya di Jl. Perumahan Nirwana Regency No.A3, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang terdapat sebuah rumah produksi olahan ketan durian berlabel Aroma Anjasmoro.
Selain ketan durian, di rumah produksi tersebut juga diproduksi sejumlah makanan olahan berbahan durian. Seperti pie durian, jus durian, ice cream durian, hingga pancake durian.
Untuk ketan durian khas Wonosalam, Jombang ini berbahan dasar ketan putih, buah durian, serta daun pandan. Perpaduan gurihnya ketan dan manisnya durian dan dibungkus harum daun pandan menciptakan citarasa yang khas.
Di samping rasanya yang nikmat dan tekstur daging durian yang lumer di mulut, ketan durian ini sangat cocok dinikmati bersama keluarga. Hidangan ini juga pas dijadikan sebagai oleh-oleh maupun menu istimewa di rumah.
Pemilik usaha ketan durian, Alina Dini Adriani mengatakan, dia memulai usaha ini sejak tahun 2021 yang lalu. Seiring perjalanan, dia bahkan berhasil menyabet penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Kabupaten Jombang 2025 untuk Kategori Pangan Juara 1.
Usaha yang digeluti Dini ini berawal dari keputusannya untuk berhenti dari tempatnya bekerja sebelumnya. Dia kemudian memberanikan diri untuk membuka usaha memproduksi ketan durian.
Saat itu, dia melihat di daerah Wonosalam, Jombang memiliki potensi buah durian.
“Tapi belum ada olahan yang khas. Dari sini saya berpikir, durian bisa dijadikan oleh-oleh wisatawan,” kata Dini, Kamis (14/05).
Potensi buah durian dari Wonosalam, Jombang menjadi peluang bisnis bagi Dini.
Dia tidak hanya menjual buah segar, namun juga mengolahnya menjadi berbagai makanan olahan.
“Selain ketan durian, saya juga membuat olahan lainnya berbahan dasar durian. Ada pie Durian, jus durian, ice cream durian, dan pancake durian,” tutur Dini.
Usaha yang dijalani Dini tak sepenuhnya mulus. Tantangan datang pada tahun ini ketika durian Wonosalam gagal panen, dan hal tersebut berpengaruh pada ketersediaan bahan baku.
Meski begitu, Dini menyampaikan, dirinya masih bisa memproduksi 250 box ketan durian per hari.
Soal harga, Dini menjual satu box Ketan Durian Aroma Anjasmoro dengan harga Rp30.000,- berisi 10 potong ketan durian.
“Ketan durian di suhu ruang tahan 12 jam. Tetapi jika di suhu dingin (kulkas, bisa bertahan 2 hingga 3 hari,” tutur Dini berbagi tips.
Untuk pemasaran, dia menjual produknya melalui media sosial dan juga menggunakan strategi ‘word of mouth’ (dari mulut ke mulut, red).
Kini, pembeli produk makanan olahan yang diproduksi Dini datang dari berbagai daerah di Indonesia.
“Dari Gresik, Surabaya, Jakarta. Jiga dari Kalimantan dan Sulawesi. Mereka langsung datang ke Jombang untuk membeli,” tutupnya. [rif.gat]


