29 C
Sidoarjo
Thursday, May 21, 2026
spot_img

Antisipasi El Nino, BPBD Tulungagung Data Sembilan Kecamatan Masuk Rawan Kekeringan

Pemkab Tulungagung, Bhirawa
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung, mendata sembilan kecamatan dari 19 kecamatan di wilayah Kabupaten Tulungagung rawan bencana kekeringan. Sembilan kecamatan itu, Kalidawir, Besuki, Pucanglaban, Campurdarat, Rejotangan, Tanggunggunung, Bandung, Pagerwojo dan Gondang.

Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung, Sudarmaji, Kamis (21/5), mengakui jika ada sembilan kecamatan yang terdata rawan bencana kekeringan di tahun 2026 ini. Tetapi, tidak semua desa di sembilan kecamatan itu terdata rawan kekeringan. Hanya sebagian saja.

”Dari sembilan kecamatan itu, desa yang masuk dalam rawan kekeringan sebanyak 20 desa. Seperti di Kecamatan Kalidawir, ada tiga desa, masing-masing Desa Joho, Desa Kalibatur dan Desa Banyuurip,” kata Sudarmaji.

Sudarmaji menjelaskan, di Kecamatan Besuki, desa yang rawan kekeringan adalah Desa Besuki, Desa Besole dan Desa Keboireng. Kemudian, Kecamatan Pucanglaban (Desa Demuk dan Desa Kalidawe), Kecamatan Campurdarat (Desa Campurdarat), Kecamatan Rejotangan (Desa Sumberagung), Kecamatan Tanggunggunung (Desa Kresikan, Desa Pakisrejo dan Desa Tenggarejo), Kecamatan Bandung (Desa Sukoharjo dan Desa Sebalor), Kecamatan Pagerwojo (Desa Mulyosari, Desa Samar dan Desa Pagerwojo) serta Kecamatan Gondang (Desa Notorejo dan Desa Blendis).

Menurut mantan Sekretaris DPRD Tulungagung ini, untuk mengantisipasi bencana kekeringan tahun 2026 yang diperkirakan ekstrem akibat El Nino, BPBD Kabupaten Tulungagung sudah menyiapkan 50 tandon air berukuran besar bantuan dari Pemprov Jatim. Tandon air ini sekarang masih tersimpan di area perkantoran Pemkab Tulungagung eks pertokoan Belga.

Berita Terkait :  Mahasiswa PCU Sukses Gelar Pameran Fotografi Nasional

”Tandon air berukuran besar tinggal didistribusikan saja ketika terjadi kekeringan. Bahkan jika kurang nanti kami akan minta bantuan lagi ke Pemprov Jatim dan kemarin Pemprov Jatim mempersilakan,” paparnya.

Sudarmaji juga mengatakan, kini untuk persiapan suplai air bersih, kendaraan truk tangki milik BPBD Kabupaten Tulungagung sedang di service di bengkel. ”Ada dua kendaraan suplai. Sekarang sedang masuk bengkel, sehingga nanti ketika dibutuhkan dapat melakukan distribusi air secara lancar,” tuturnya.

Soal kendaraan truk tangki yang hanya ada dua unit, Sudarmaji menyatakan untuk saat ini masih mencukupi. Namun, jika nanti dibutuhkan lebih banyak lagi truk tangki akan dilakukan peminjaman ke Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Tulungagung.

”Kalau kurang nanti ada dari Dinas Damkar bisa dipinjam. Bahkan, jika masih kurang lagi, kami akan minta bantuan truk tangki dari pemerintah daerah sekitar,” tandasnya. [wed.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!