Jombang, Bhirawa – Panitia Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 bakal mendirikan posko kesehatan di sejumlah rest area ruas tol Trans Jawa yang menjadi jalur menuju lokasi muktamar. Posko kesehatan tersebut akan ditempatkan di jalur kedatangan peserta dari berbagai wilayah Indonesia.
Sekitar 10 posko kesehatan dipetakan berada di rest area jalur Semarang-Jombang, serta dari arah timur (Probolinggo) menuju Jombang.
Untuk diketahui, Muktamar NU ke-35 tahun 2026 bakal digelar di Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27-31 Agustus 2026.
Koordinator Bidang Kesehatan Panitia Muktamar NU ke-35, Dr. dr. HM Zulfikar As’ad, MMR atau Gus Ufik menyampaikan, pelayanan kesehatan tidak hanya fokus di area utama kegiatan, namun juga diperluas hingga titik perjalanan peserta.
“Area muktamar sudah siap, kami didukung RSUD Jombang, RSUD Ploso, dinas kesehatan, serta rumah sakit-rumah sakit Arsinu (Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama),” kata Gus Ufik, Rabu (12/8/2026).
Gus Ufik mengatakan, perluasan layanan kesehatan dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan medis peserta muktamar sejak perjalanan menuju Jombang. Titik pelayanan juga mencakup bandara, stasiun, serta rest area yang menjadi jalur masuk peserta.
Langkah itu dilakukan karena peserta Muktamar NU ke-35 diperkirakan datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Panitia juga melakukan koordinasi dengan lembaga kesehatan NU di tingkat wilayah maupun cabang untuk memperkuat pelayanan kesehatan sepanjang jalur kedatangan.
“Masukan dari SC dan OC, kami juga mempersiapkan mulai dari kedatangan di bandara, stasiun, dan beberapa rest area yang mengarah ke Jombang,” terang Gus Ufik.
Gus Ufik menerangkan jumlah 10 titik pos kesehatan tersebut masih dalam tahap pemetaan dan koordinasi akhir. Penempatan masing-masing pos bakal disesuaikan dengan kesiapan tenaga medis, lembaga kesehatan, serta fasilitas pendukung di setiap wilayah.
“Jumlah dan penempatan final masih dalam tahap koordinasi,” tuturnya.
Setiap pos kesehatan nantinya bakal didukung tenaga medis dan tim pendukung. Untuk memastikan kesiapan layanan, panitia juga menggandeng lembaga kesehatan NU di sejumlah wilayah, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Kita masih godok dengan kesiapan kita, kemudian koordinasi dengan lembaga-lembaga kesehatan di cabang dan wilayah,” ujar Gus Ufik.
“Mereka sudah siap membantu dan mendukung. Tinggal kita koordinasikan titik mana, siapa, LK mana, rumah sakit mana,” imbuhnya.
Pelayanan kesehatan juga akan tersedia di Bandara Internasional Juanda sebagai salah satu akses masuk peserta dari luar daerah. Panitia berusaha memastikan seluruh peserta memperoleh akses layanan medis selama rangkaian kegiatan muktamar berlangsung.
Dari sisi aspek pembiayaan, panitia telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.
Dukungan dari pemerintah pusat dan daerah diharapkan bisa memperkuat skema pembiayaan layanan kesehatan untuk seluruh peserta muktamar.
“Yang kita layani seluruh muktamirin dari berbagai daerah. Kalau klaim hanya dari daerah Jombang atau Jawa Timur, tentu kita akan melihat jumlah peserta dari berbagai daerah tersebut. Insyaallah dari kementerian maupun provinsi akan mendukung kegiatan ini,” beber Gus Ufik.
Gus Ufik juga menegaskan, peserta yang membutuhkan layanan medis tidak akan dibebani persoalan biaya pada tahap awal penanganan. Prioritas utama yakni memberikan pertolongan terlebih dahulu, sementara proses klaim bakal diselesaikan melalui koordinasi dengan pihak terkait. [rif.kt]


