Situbondo, Bhirawa – Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap partisipasi warga binaan pemasyarakatan atau WBP, dalam program pembinaan kemandirian, pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Situbondo, menggelar kegiatan penyerahan premi (upah kerja) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang terlibat aktif dalam pengelolaan sektor ketahanan pangan.
Kegiatan penyerahan hasil kerja keras ini berfokus pada program penanaman dan pengolahan komoditas jagung yang telah berlangsung selama kurang lebih empat bulan. Seluruh dana premi disalurkan secara transparan dan akuntabel bekerja sama dengan pihak Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam bentuk buku tabungan beserta kartu ATM.
”Kami melakukan penyerahan premi kepada anak-anak WBP kita yang selama ini mengerjakan dan ikut keterampilan ketahanan pangan pengolahan penanaman jagung selama kurang lebih 4 bulan,” urai Suwono, Kepala Rutan Situbondo.
Suwono kembali menjelaskan bahwa total terdapat 12 orang WBP yang berhak menerima premi hasil panen tersebut. Sebanyak 9 orang WBP menerima penyerahan secara langsung dalam acara simbolis hari ini.
“Sementara 3 orang WBP lainnya yang telah dinyatakan bebas akan menerima hak mereka melalui mekanisme transfer bank,” urai Wono, sapaan akrabnya.
Kata Wono, besaran premi yang diterima oleh para warga binaan bervariasi, disesuaikan secara proporsional dengan lamanya masa kerja serta tingkat keterlibatan masing-masing individu sejak awal pembukaan lahan hingga masa panen usai.
“Premi itu di berikan kepada 12 orang WBP yang telah mengikuti program pembinaan ketahanan pangan. Besarnya bervariasi, ada 2 orang WBP mendapatkan premi Rp3.000.000, dan 5 orang WBP mendapatkan premi Rp2.000.000, dan 2 orang WBP mendapatkan premi Rp1.000.000, dan 3 orang WBP mendapatkan premi: Rp500.000,” beber Wono.
Sementara itu, lanjut mantan Kepala Rubasan Pasuruan itu, 3 orang WBP yang mendapatkan premi Rp500,000 di transfer karena yang bersangkutan sudah bebas.
Wono menandaskan perbedaan nominal yang diterima tiap WBP didasarkan pada lamanya bekerja. Karutan Suwono, menerangkan bahwa hal tersebut merupakan wujud keadilan berbasis kontribusi nyata di lapangan. WBP yang konsisten mengawal program dari pengolahan tanah awal hingga panen mendapatkan porsi tertinggi.
“Mengenai skema penyaluran dana melalui perbankan nasional, Karutan menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari kemitraan berkelanjutan antara Rutan dan Bank BRI dalam tata kelola keuangan serta pembinaan finansial bagi warga binaan,” tegas Wono.
Mantan Kepala Rutan Papua itu mengatakan dirinya ingin uang premi ini bisalah dimanfaatkan untuk kebutuhan dia di rumah tangganya setelah dia bebas nanti. Kalau yang belum bebas kita simpan dulu di tabungan, begitu bebas langsung diserahkan.
Karutan Suwono, berharap program penanaman jagung ini diikuti oleh para WBP yang rata-rata tengah menjalani program asimilasi. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, warga binaan tidak hanya mendapatkan bekal keterampilan agrobisnis. “Tetapi juga modal finansial yang nyata untuk reintegrasi sosial ke masyarakat,” pungkas Wono. [awi.kt]


