28.3 C
Sidoarjo
Sunday, June 21, 2026
spot_img

Munas dan Konbes NU 2026 Digelar di Al Falah-Ploso, Perkuat Khidmah Jam’iyah demi Kemaslahatan Umat


Kediri, Bhirawa
Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi dibuka di Aula Utama Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Sabtu (20/6) malam.

Pembukaan forum strategis NU tersebut ditandai dengan penabuhan kenteng sebanyak sembilan kali oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Prosesi itu turut disaksikan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU Said Asrori, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran pengurus NU dan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso.

Munas dan Konbes NU 2026 menjadi forum permusyawaratan penting sebelum pelaksanaan Muktamar NU ke-35. Dalam forum ini, para ulama dan pengurus NU akan membahas berbagai persoalan keagamaan, organisasi, hingga kebangsaan.

Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam sambutan iftitahnya berharap pelaksanaan Munas dan Konbes NU 2026 membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan pengurus NU.

“Yang kami harapkan ada setitik debu keberkahan yang bisa kita bawa pulang yang menjadikan semua pengurus tanfidziyah, syuriyah memperoleh husnul khatimah dalam khidmah NU,” kata KH Miftachul Akhyar.

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf berharap forum tersebut mampu menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat bagi organisasi dan tidak menimbulkan persoalan di masa mendatang.

“Semoga Munas Konbes NU 2026 membuahkan hasil yang manfaat, tidak menimbulkan masalah bagi siapapun, hasil yang sungguh akan memberikan harapan tentang masa depan untuk jam’iyah yang kita cintai ini,” ujar Gus Yahya.

Berita Terkait :  38 Suspek Campak Muncul di Awal 2026, DPRD Jatim Ingatkan Ancaman KLB di Sejumlah Daerah

Ia juga mengajak seluruh warga NU, baik secara kultural maupun struktural, untuk mengarahkan energi organisasi pada pengabdian bagi kemaslahatan umat dan bangsa. Menurutnya, persatuan serta semangat mahabbah atau cinta menjadi fondasi penting dalam menjaga perjalanan NU.

“NU berada dalam pemeliharaan Allah s.w.t., maka siapa pun yang menanam benih kerusakan di dalam tubuh NU tidak akan memanen apa yang menjadi maksud dan tujuannya,” tegas Gus Yahya.

Dari pihak tuan rumah, Agus Hasbi Munif mewakili keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada pesantren tersebut sebagai lokasi penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026.

“Ploso merasa sangat terhormat karena dipercaya menjadi tuan rumah forum besar Nahdlatul Ulama ini. Atas nama keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Ia menegaskan pesantren memiliki hubungan historis yang erat dengan NU. Menurutnya, pesantren menjadi salah satu fondasi utama dalam perjalanan dan perkembangan organisasi yang didirikan oleh para ulama tersebut.

Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden ke-14 RI KH Ma’ruf Amin, Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi, Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar, serta jajaran pengurus PBNU, PWNU, dan PCNU se-Indonesia.

Berita Terkait :  Sinergi KPU dan Media Tingkatkan Partisipasi Pemilih Pilkada Tuban

Forum ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa” sebagai arah pembahasan NU dalam memperkuat peran keagamaan, sosial, dan kebangsaan.

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 resmi memasuki tahap persidangan. Sidang Pleno I yang digelar di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, Sabtu (20/6) malam, mengesahkan jadwal kegiatan, tata tertib, serta mekanisme persidangan yang menjadi pedoman selama forum berlangsung.

Sidang yang berlangsung sekitar pukul 22.30 WIB tersebut dipimpin Ketua Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026 KH Akhmad Said Asrori dan diikuti peserta dari unsur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), serta berbagai unsur peserta lainnya.

Rapat Pleno Digelar
Sekretaris SC Munas-Konbes NU 2026 Prof Mohammad Nuh menyampaikan, pengesahan tata tertib menjadi tahapan penting untuk memastikan seluruh rangkaian persidangan berjalan tertib, terarah, dan menghasilkan keputusan yang berkualitas.

“Setelah tata tertib disahkan, seluruh peserta memiliki pedoman yang sama dalam mengikuti rangkaian persidangan, sehingga proses pembahasan dapat berjalan dengan baik,” ujar Prof Nuh.

Ia menjelaskan, setelah Sidang Pleno I, peserta akan mengikuti pembahasan dalam sejumlah komisi sesuai bidang masing-masing. Hasil pembahasan komisi nantinya akan dibawa kembali ke sidang pleno untuk mendapatkan pengesahan sebagai keputusan Munas maupun Konbes NU 2026.

Prof Nuh mengingatkan pentingnya semangat musyawarah dalam seluruh proses persidangan. Menurutnya, forum permusyawaratan NU harus menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pandangan dan menyempurnakan gagasan yang berkembang.

Berita Terkait :  Berhasil Membina Desa-Kelurahan Sadar Hukum, Pj Bupati Pasuruan Diganjar Penghargaan

“Pendapat A tidak harus selalu dibenturkan dengan pendapat B, tetapi bisa menghasilkan C yang lebih baik. Yang kita cari adalah solusi yang bisa menyempurnakan antargagasan itu,” katanya.

Selain itu, ia juga memperkenalkan jajaran pimpinan komisi yang akan memandu pembahasan selama Munas dan Konbes berlangsung. Komisi-komisi tersebut meliputi bidang bahtsul masail diniyah maudhu’iyah, bahtsul masail diniyah qanuniyah, organisasi, program, serta rekomendasi.

Ia berharap seluruh pimpinan komisi dapat menjalankan tugas dengan baik agar pembahasan berjalan efektif dan menghasilkan rumusan yang matang.

Prof Nuh juga mengajak seluruh peserta untuk mengedepankan kepentingan jam’iyah dalam setiap pembahasan. Menurutnya, keberhasilan Munas dan Konbes NU tidak ditentukan oleh satu kelompok maupun individu, melainkan melalui kerja bersama seluruh unsur organisasi.

“Mari, sama-sama kita jaga. Kita geser dari saya menjadi kami, dan kami akhirnya menjadi kita. Saya sudah selesai, kami sudah selesai, tetapi sekarang adalah zamannya kita. Kita semua warga Nahdlatul Ulama yang harus menyiapkan masa depan kita,” tuturnya. [van/nov.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!