Banyuwangi, Bhirawa
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menyebut Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memiliki banyak terobosan dan program kreatif serta strategis di dunia pendidikan.
“Terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Oleh karena itu, hari ini saya mengikuti peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bersama Forkopimda Banyuwangi yang berlangsung khidmat dan sangat meriah,” ujarnya setelah upacara Hardiknas 2026 di Taman Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu.
Menteri Abdul Mu’ti juga memuji capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi dari tahun ke tahun terus naik. Angka IPM Banyuwangi pada 2025 sebesar 75,17, meningkat dari 2024 sebesar 74,3, dan dari angka itu juga meningkat dari 73,79 (2023), 73,15 (2022) dan 72,62 (2021).
“Itu sebuah capaian yang sangat bagus dan tadi saya berbincang dengan Ibu Bupati sebelum acara dimulai. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan Banyuwangi memiliki sejumlah program kreatif yang berupaya agar anak usia sekolah untuk tetap sekolah.
Ia mencontohkan Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh) yang berfokus menjaring anak putus sekolah dan membantunya kembali ke bangku sekolah melalui berbagai skema.
Lalu, ada Siswa Asuh Sebaya, program ini bagi siswa yang secara ekonomi lebih menyisihkan uang sakunya, lalu dikumpulkan untuk membantu kebutuhan siswa yang tidak mampu secara ekonomi, untuk membelikan sepeda, kacamata, hingga kebutuhan sekolah, bahkan siswa dari sekolah lainnya.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Mendikdasmen, Abdul Mu’ti beserta jajaran yang telah melaksanakan upacara Hardiknas 2026 di Banyuwangi,” tutur Ipuk.
Bupati Ipuk menambahkan bagi Banyuwangi pendidikan tidak hanya tentang dunia akademik, akan tetapi bagaimana memadukan potensi anak, baik di bidang seni, budaya, dan beragam potensi lainnya.
“Inilah yang membuat Banyuwangi melibatkan pelajar dalam tiap agenda seni dan budaya, termasuk salah satunya seni kolosal Kuntulan Ewon hari ini,” katanya. [ant.kt]


