27.8 C
Sidoarjo
Saturday, June 20, 2026
spot_img

Mei 2026 Sumenep Tertinggi, BPS Catat Inflasi Jatim Tembus 3,49 Persen

Pemprov Jatim, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur melaporkan bahwa wilayah Jawa Timur mengalami inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 3,49 persen pada Mei 2026. Kenaikan harga pada berbagai komoditas secara umum memicu lonjakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 108,06 pada Mei 2025 menjadi 111,83 pada Mei 2026. Berdasarkan pemantauan lembaga statistik ini, Kabupaten Sumenep mencatat angka inflasi tahunan tertinggi di Jawa Timur yang mencapai 5,12 persen dengan IHK sebesar 116,18.

Sebaliknya, Kabupaten Tulungagung membukukan inflasi terendah di regional ini di angka 2,84 persen dengan IHK sebesar 112,29. Sementara itu, Kota Surabaya selaku ibu kota provinsi mencatat inflasi y-on-y sebesar 3,77 persen dengan IHK berada di level 112,16.

Dalam rilis resminya, Plt. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Ir. Herum Fajarwati, M.M., menegaskan faktor utama di balik pergerakan angka tersebut. “Perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan (p. 3). Inflasi year-on-year terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks kelompok pengeluaran,” ujarnya saat menyampaikan rilis, Selasa (2/6/2026).

Herum merinci bahwa kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memimpin lonjakan tertinggi dengan inflasi tahunan mencapai 10,65 persen. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menyusul di urutan kedua dengan kenaikan sebesar 5,67 persen. Selanjutnya, kelompok transportasi naik sebesar 3,30 persen, kelompok kesehatan meningkat 2,18 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 2,14 persen, serta kelompok pendidikan merangkak sebesar 1,90 persen.

Berita Terkait :  Fordewi Kota Batu Buka Akses UMKM Masuk Destinasi Wisata

BPS Jatim juga mencatat kenaikan berkala pada sisa kelompok pengeluaran lainnya sepanjang setahun terakhir. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan mengalami inflasi sebesar 1,51 persen, disusul kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,23 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga naik 1,11 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga terkerek 0,70 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki meningkat tipis 0,41 persen.

Jika melihat andil atau sumbangan terhadap inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memegang porsi terbesar dengan menyumbang 1,57 persen bagi inflasi Jawa Timur. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyusul dengan andil sebesar 0,75 persen, diikuti kelompok transportasi sebesar 0,41 persen. Sementara itu, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran memberi andil 0,23 persen, serta kelompok pendidikan menyumbang 0,14 persen.

Lebih lanjut, BPS mengidentifikasi emas perhiasan sebagai komoditas utama yang mendominasi andil inflasi y-on-y dengan sumbangan sebesar 0,64 persen. Komoditas pangan strategis juga ikut mendorong inflasi, seperti cabai rawit dengan andil 0,25 persen, beras sebesar 0,21 persen, daging ayam ras sebesar 0,20 persen, serta minyak goreng sebesar 0,14 persen. Di sisi lain, komoditas seperti bawang putih (andil 0,09 persen), kelapa (andil 0,04 persen), dan pisang (andil 0,01 persen) justru menahan laju inflasi karena mengalami deflasi.

Berita Terkait :  JCC 2024 Ramaikan Peringatan Hari Jadi Pemkab Jombang Ke-114

Meskipun inflasi tahunan melonjak tajam, BPS mencatat bahwa laju inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) Jawa Timur pada Mei 2026 bergerak lebih aman di angka 0,28 persen. Kenaikan tarif angkutan udara (andil 0,07 persen), minyak goreng (andil 0,05 persen), bawang merah (andil 0,05 persen), serta cabai rawit dan cabai merah (masing-masing andil 0,04 persen) memicu pergerakan bulanan ini. Sebaliknya, penurunan harga emas perhiasan sebesar 0,07 persen dan telur ayam ras sebesar 0,06 persen menjadi penyumbang deflasi bulanan terbesar.

Dengan tambahan capaian bulan ini, tingkat inflasi tahun berjalan (year-to-date/y-to-d) Jawa Timur sejak Januari hingga Mei 2026 kini resmi menyentuh angka 1,43 persen. Jika membandingkan dengan tren historis tahun-tahun sebelumnya pada bulan yang sama, angka inflasi tahunan sebesar 3,49 persen ini menunjukkan lonjakan signifikan dibanding Mei 2025 yang hanya sebesar 1,22 persen, serta sedikit lebih tinggi dari capaian Mei 2024 yang berada di angka 2,83 persen.[rac.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!