Ketua Umum PBNU, Gus Yahya saat melakukan ziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, KH Ahmad Djazuli Usman, Sabtu (20/6).
Kabupaten Kediri, Bhirawa.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf melakukan ziarah ke makam pendiri Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri, KH Ahmad Djazuli Usman, menjelang pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026, Sabtu (20/6).
Kedatangan Gus Yahya, sapaan KH Yahya Cholil Staquf, tersebut didampingi sejumlah jajaran pengurus PBNU. Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus memohon doa agar rangkaian agenda besar NU berjalan lancar.
“Ini kita sowan kepada KH Djazuli Usman dan para masyayikh Pondok Al-Falah. Kita berwasilah memohon kepada Allah agar acara ini bisa lancar,” ujar Gus Yahya.
Menurutnya, persiapan pelaksanaan Munas-Konbes NU di Pondok Pesantren Al-Falah secara umum telah berjalan baik. Ia optimistis agenda tersebut dapat terlaksana sesuai rencana di lokasi yang telah ditentukan.
“Saya kira Munas-Konbes NU ini akan bisa terselenggara di venue yang telah ditetapkan ini, dan secara fisik sudah memadai,” katanya.
Meski demikian, Gus Yahya mengakui masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama berkaitan dengan kesiapan kepanitiaan di luar area utama kegiatan.
“Sedikit kekurangan itu sudah saya sampaikan ke teman-teman dan saya minta segera diperbaiki,” jelasnya.
Sementara terkait lokasi pelaksanaan Muktamar NU mendatang, Gus Yahya menyebut belum ada keputusan final. Namun, ia menyampaikan bahwa KH Ahmad Djazuli Usman sebelumnya telah memberikan arahan agar kegiatan besar NU digelar di lingkungan pesantren.
“Yang jelas saya sowan dua bulan lalu ke KH Djazuli, beliau meminta lokasi harus di pesantren,” pungkasnya.[van,nov.hel]


