28.3 C
Sidoarjo
Sunday, June 21, 2026
spot_img

KND Luncurkan Buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial di Tengah Munas-Konbes NU

Peluncuran buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial di Teras Gubuk Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Minggu (21/6).

Kabupaten Kediri, Bhirawa
Komisi Nasional Disabilitas (KND) meluncurkan buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial di Teras Gubuk Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Minggu (21/6). Peluncuran buku tersebut digelar di sela kegiatan Munas dan Konbes Nahdlatul Ulama (NU).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang didapuk meluncurkan buku tersebut mengatakan, dokumen ilmiah-keagamaan ini bukan sekadar terbitan biasa.

Menurutnya, buku tersebut menjadi rambu moral, rujukan sosial, sekaligus instrumen transformasi cara berpikir umat agar penyandang disabilitas mental-psikososial dipahami bukan sebagai beban, melainkan manusia yang memiliki martabat setara, harkat yang sama, serta hak yang melekat tanpa syarat sebagaimana dijamin oleh konstitusi, agama, dan norma kemanusiaan universal.

“Dengan ini buku Fikih Penguatan Disabilitas Mental Psikososial dari Pemahaman Keagamaan Menuju Kesamaan Hak dan Keadilan Sosial yang diterbitkan oleh LBM NU, Lakpesdam NU, P3M, dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM melalui program inklusi di bawah koordinasi KND secara resmi saya luncurkan dengan bersama-sama membaca Al-Fatihah,” ujar Gus Ipul.

Hadir dalam peluncuran buku tersebut Staf Khusus Menteri Sosial Ishaq Zubaedi Raqib, Katib Syuriah PBNU Dr. Hilmy Muhammad, M.A., Komisioner KND Fatimah Asri Mutmainah, Komisioner KND Jonna Aman Damanik, Komisioner KND Kikin Tarigan, Bendahara Umum PBNU Gudfan Arif Ghofur, Ketua LBM NU PBNU KH Mahbub Maafi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso KH Abdurrahman Kautsar, Agus Hasan Hidayat, Sekretaris KND Herman Koswara, serta para santri Al-Falah Ploso.

Berita Terkait :  Kemnaker Optimis Mampu Pertahankan Gelar Juara Umum WorldSkills ASEAN

Komisioner KND Jonna Aman Damanik dalam sambutannya mengatakan, salah satu persoalan terbesar dalam pemenuhan hak penyandang disabilitas adalah paradigma atau pola pandang masyarakat terhadap penyandang disabilitas.

“Karena di situ ada hegemoni normalitas, kalau teman-teman normal dan melihat prioritas dengan normal, saya melihat dengan cara saya,” ujar penyandang disabilitas netra tersebut.

Menurut Jonna, solusi dari persoalan tersebut adalah melakukan transformasi paradigma, salah satunya melalui pendekatan nilai-nilai keagamaan.

“Saya begitu bersemangat bersama teman-teman untuk mengawalnya. Kita berharap paradigma kita akan tepat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso KH Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar menyampaikan terima kasih karena dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran karya ilmiah tersebut. Ia mengatakan, buku yang disusun tersebut mampu menggambarkan realitas sosial di masyarakat sekaligus memberikan panduan dalam berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas Mental Psikososial (PDMP).

“Bahwa kadang-kadang kesalahan kita itu simple tapi bahaya, simple tapi dampaknya sangat jelek adalah kalau melihat orang yang kebetulan ada perbedaan, kita cukup sulit untuk menerima perbedaan itu, entah perbedaan fisik ataupun bersifat mental,” terangnya.

Gus Kautsar menjelaskan, hal tersebut sebenarnya merupakan sifat manusiawi karena manusia dibekali karakter bawaan dari Tuhan untuk mencintai keindahan dan mencintai apa yang ada dalam dirinya.

“Itulah kenapa kadang orang yang tidak ganteng kadang merasa sangat ganteng. Tapi ketika sadar bahwa ada keindahan, ada keistimewaan di orang lain itu salah. Perasaan itu penting, tapi kemudian kalau sampai mengakibatkan orang lain tidak bagus, tidak istimewa, itu salah,” ungkapnya.

Berita Terkait :  DPRD Jatim Soroti Moratorium Pendirian SMA dan Masalah SPMB di Kota Malang

Menutup sambutannya, Gus Kautsar kembali menyampaikan apresiasi kepada KND atas upaya memperjuangkan inklusivitas bagi para penyandang disabilitas.

“Terima kasih kepada Komisi Disabilitas, kemudian kami mohon langkah-langkah yang dilakukan, yang didukung penuh oleh Kemensos, benar-benar bisa bermanfaat,” tuturnya.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!