Pemprov, Bhirawa – Tim Patroli Air Terpadu Jawa Timur terus mengoptimalkan program layanan mereka di bidang lingkungan hidup. Melalui program layanan sosialisasi dan rembuk lingkungan ini, tim patroli mengajak puluhan siswa SMP Negeri 21 Surabaya menyusuri aliran Kali Surabaya menggunakan perahu.
Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup (KLH) Jawa Timur, Imam Rochani, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi lapangan ini merupakan wujud nyata dari program layanan terpadu untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini. Sebanyak 25 siswa dan 2 guru diajak melihat langsung fungsi riil sungai serta dampak pencemaran sampah domestik.
Tidak hanya melakukan susur sungai, para peserta juga mendapatkan pemaparan materi yang komprehensif dari instansi berwenang. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur bersama Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai (WS) Brantas Perum Jasa Tirta I Divisi Karah juga turun langsung memberikan edukasi teknis mengenai pengelolaan sumber daya air.
Dalam kesempatan tersebut, para siswa diberikan penjelasan mendalam mengenai sistem manajemen air kota. Mereka diajarkan secara langsung tentang proses mekanisme buka-tutup pintu air yang berada di kawasan Pintu Air Rolak Gunungsari.
Langkah edukasi teknis ini dinilai penting agar anak-anak memahami bagaimana regulasi debit air dilakukan. Sistem buka-tutup pintu air di tersebut memiliki peran vital dalam mengendalikan pasokan air baku sekaligus mengantisipasi potensi bencana banjir di wilayah sekitarnya.
Guna menjaga keberlanjutan program, KLH Jatim siap membuka layanan lingkungan jangka panjang bagi pihak sekolah. Pihak sekolah yang ingin mendalami keilmuan tentang lingkungan cukup mengirimkan surat permohonan ke Markas Tim Patroli Air Terpadu di Jalan Aneka, Surabaya.
Respons positif terhadap program layanan edukasi ini disampaikan oleh Abdul Aziz, Guru Pendamping SMPN 21 Surabaya. Menurutnya, pemaparan langsung dari DLH Jatim dan Divisi Jasa ASA Wilayah Sungai (WS) Brantas Perum Jasa Tirta I sangat bermanfaat dan membuka wawasan baru yang belum pernah didapatkan di kelas.
Aziz menambahkan, seluruh siswa yang diikutsertakan dalam kegiatan ini merupakan Kader Adiwiyata sekolah. Setelah mendapatkan edukasi dari tim patroli, para kader memiliki tugas pengimbasan untuk melarang keluarga, tetangga, dan teman sekolah mereka membuang sampah ke sungai.
Pengalaman berkesan ini juga diakui oleh Naumi Safarizka (13), siswi kelas 8C yang ikut serta dalam susur sungai. Ia mengaku mendapat banyak ilmu baru dari paparan para ahli mengenai ekosistem air dan berharap program edukasi lapangan seperti ini bisa terus berlanjut secara berkala. [rac.wwn]

