33.7 C
Sidoarjo
Saturday, November 7, 2026
spot_img

Festival Belimbing Ngringinrejo, Bupati Bojonegoro Dorong Potensi Lokal jadi Penggerak Ekonomi

Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro sedang memainkan alat tradisional lesung.

Bojonegoro,Bhirawa
Pemerintah Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, menggelar Festival Belimbing Ngringinrejo, Sabtu (7/11/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro ke-349 ini berlangsung meriah di kawasan Agrowisata Kebun Belimbing Ngringinrejo.

Tahun ini, Festival Belimbing dikolaborasikan dengan Festival Geopark Bojonegoro 2026 yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro. Mengusung tema “Syukuran Hasil Panen dan Festival Belimbing”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan potensi unggulan desa wisata sekaligus melestarikan tradisi dan kearifan lokal masyarakat.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah hadir didampingi Kepala Desa Ngringinrejo serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kalitidu. Kedatangan rombongan disambut meriah oleh barisan siswa-siswi sekolah dasar dan SMP Negeri 2 Kalitidu.

Suasana semakin semarak dengan penampilan seni musik lesung oleh ibu-ibu setempat. Bupati dan Wakil Bupati bahkan turut mencoba memainkan alat musik tradisional tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kesenian dan budaya lokal.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Elzadeba Agustina, dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Belimbing tahun ini memiliki makna istimewa.

Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perayaan atas ditetapkannya Bojonegoro sebagai UNESCO Global Geopark.

Menurutnya, Desa Ngringinrejo menjadi salah satu wilayah yang memiliki keterkaitan dengan potensi dan penilaian geopark. Karena itu, penyelenggaraan Festival Geopark Bojonegoro 2026 diharapkan mampu mendukung pengembangan dan promosi geopark, pelestarian seni budaya, peningkatan kunjungan wisata, serta penguatan citra Bojonegoro sebagai destinasi wisata berbasis geologi, alam, budaya, dan ekonomi kreatif.

Berita Terkait :  Bakorwil Bojonegoro Dorong Kepastian Status Aset Jembatan Glendeng

Ia menjelaskan, Festival Belimbing juga bertujuan meningkatkan daya tarik wisata, melestarikan tradisi rujakan dan prosesi grebeg belimbing sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, serta memperkenalkan berbagai produk pertanian, kuliner, dan olahan berbahan dasar belimbing.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM, pameran produk unggulan, dan kuliner lokal. Rangkaian festival berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (7–8 November 2026), dengan berbagai agenda hiburan dan kegiatan pendukung.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengapresiasi penyelenggaraan Festival Belimbing yang telah berlangsung hingga tahun kesembilan. Menurutnya, sebuah festival membutuhkan proses panjang dan harus menjadi wujud rasa syukur sekaligus sarana pelestarian budaya serta penggerak ekonomi masyarakat.

“Festival ini bukan hanya acara seremonial, tetapi hasilnya harus jelas. Apa dampak dan manfaat yang didapatkan masyarakat. Festival harus menjadi sarana promosi yang mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyat,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa pengembangan pariwisata bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat diperlukan agar potensi lokal dapat berkembang secara optimal.

Ia turut menyoroti pentingnya meningkatkan keterlibatan pelaku UMKM dalam setiap penyelenggaraan festival. Menurutnya, potensi produk lokal perlu diberi ruang promosi yang lebih luas agar semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing di pasar.

Berita Terkait :  Pemkot Mojokerto Tancap Gas Ketahanan Pangan, 125 Petani Ikuti Pelatihan

“Potensi wilayah dan potensi lokal harus kita angkat. Kewajiban kami adalah mempromosikan, mendampingi, dan membranding, sekaligus memantaskan bagaimana produk lokal mampu berkembang dan bersaing,” ujarnya.

Bupati juga mendorong masyarakat dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam mengolah buah belimbing. Menurutnya, potensi belimbing tidak cukup hanya dikembangkan sebagai agrowisata petik buah, tetapi perlu ditingkatkan melalui berbagai produk olahan, seperti minuman, makanan, dan produk kreatif lainnya yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Puncak kemeriahan festival ditandai dengan prosesi grebeg belimbing. Panitia menyiapkan tiga gunungan, yakni dua gunungan yang diarak bersama rombongan tamu kehormatan serta satu gunungan raksasa yang dipenuhi buah belimbing.

Dua gunungan yang diarak terdiri atas gunungan berisi buah belimbing dan gunungan berisi aneka sayuran. Sementara gunungan raksasa dipenuhi buah belimbing hasil pertanian masyarakat setempat.

Antusiasme warga terlihat begitu tinggi. Bahkan, sebelum pembacaan doa selesai, masyarakat sudah berbondong-bondong mendekati gunungan untuk mendapatkan hasil bumi yang disediakan dalam prosesi tersebut.

Tradisi grebeg belimbing bukan sekadar kemeriahan pesta rakyat, melainkan mengandung makna spiritual sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa memberikan keberkahan dan kelimpahan rezeki bagi para petani belimbing khususnya serta seluruh masyarakat Desa Ngringinrejo.

Melalui Festival Belimbing Ngringinrejo, pemerintah daerah berharap potensi agrowisata, kekayaan alam, seni budaya, dan produk ekonomi kreatif Bojonegoro semakin dikenal luas. Lebih dari itu, festival ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan tradisi lokal sekaligus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.bas.wwn

Berita Terkait :  Pemkot Surabaya Gencarkan Panen Cabe Lokal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!