Probolinggo Raya, Bhirawa. BPBD Provinsi Jawa Timur bersama BPBD Kabupaten dan Kota Probolinggo membentuk Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) di Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura, dan Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, pada 14-15 Juli 2026.
Pembentukan Destana bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui penguatan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Kegiatan melibatkan perangkat desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, Karang Taruna, relawan, hingga organisasi kemasyarakatan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kesiapan seluruh elemen masyarakat.
“Pembentukan Desa Tangguh Bencana ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun masyarakat yang siap menghadapi berbagai ancaman bencana. Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami potensi risiko di wilayahnya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan upaya pencegahan, kesiapsiagaan hingga penanganan awal ketika bencana terjadi,” katanya.
Selama kegiatan, peserta menyusun dokumen kajian risiko bencana, rencana penanggulangan bencana, rencana aksi komunitas, SOP peringatan dini, SOP evakuasi, rencana kontingensi, hingga pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di tingkat desa.
Selain penguatan kapasitas masyarakat, BPBD juga menyerahkan 100 bibit tanaman buah bantuan Gubernur Jawa Timur yang ditanam secara simbolis sebagai bagian dari mitigasi bencana berbasis pelestarian lingkungan.
Menurut Oemar, upaya menjaga lingkungan menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko bencana di kawasan rawan.
“Kami berharap setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Desa Sapikerep benar-benar memiliki kapasitas yang lebih kuat dalam menghadapi bencana. Semangat gotong royong, kolaborasi dan kesiapsiagaan yang dibangun melalui Destana diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (fir.hel)

